Pasangan cabup & cawabup Bangka barat dari fraksi PKS dan PARTAI HANURA

Pasangan cabup & cawabup Bangka barat dari fraksi PKS dan PARTAI HANURA


Psangan cabup dan cawabup Bangka barat dari fraksi PKS dan PARTAI HANURA yaitu H. udztad Zuhri syazli dan H. Sukirman malam ini pukul 21.30 wib mendaftarkan diri di kantor KPUD Bangka barat diantar oleh puluhan kader dan simpatisan dua partai tersebut. Ini sebuah ketidak laziman karena sebenarnya dua partai ini dapat mencalonkan cabup dan cawabupnya sendiri-sendiri tanpa berkoalisi. Bisa dibayangkan bagaimana kekuatan kedua partai ini jika berkoalisi. Karena baik HANURA dan juga PKS mempunyai basis simpatisan dan kader yang sangat kuat.

Adik Ratu Atut Ditangkap, Cabup Lebak: Kado dari Allah SWT

Adik Ratu Atut Ditangkap, Cabup Lebak: Kado dari Allah SWT
Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. (Antara/Dhoni Setiawan)

Liputan6.com, Jakarta : Terungkapnya dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, Banten, yang melibatkan Ketua non-aktif Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Ratu Atut, disyukuri Calon Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Kemenangan Iti yang berpasangan dengan Ade Sumardi dibatalkan oleh MK.

“Penangkapan ini saya anggap sebagai satu hadiah dan kado dari Allah SWT untuk masyarakat Lebak,” kata Iti di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Iti yang juga anggota Komisi XI DPR dari fraksi Partai Demokrat berharap ditangkapnya Wawan yang berperang sebagai operator pelaksanaan pilkada ulang di Kabupaten Lebak itu, bisa menjadi awal revolusi bagi masyarakat Banten. Apalagi, diketahui Wawan juga adik dari Gubernur Banten Ratu Atut.

“Dan semoga penangkapan itu menjadi awal revolusi bagi Banten, sehingga pemimpin bisa membangun daerahnya menjadi lebih maju, karena saya yakin Kabupaten Lebak, sebagai penyangga Ibukota punya banyak potensi yang bisa kita optimalkan,” imbuh Iti.

Pilkada Kabupaten Lebak memang sempat memanas. Salah satu pasangan calon, yakni Amir Hamzah-Kasmin (HAK), menggugat keputusan KPU ke MK terkait hasil pilkada yang dimenangkan pasangan Iti Octavia-Ade Sumardi (IDE). MK mengabulkan gugatan, dan memerintahkan KPU menggelar Pilkada Lebak diulang di seluruh TPS.

Selain itu, MK membatalkan keputusan KPU Nomor 40/Kpts/KPU.Kab./015.436415/IX/2013 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara. MK juga membatalkan keputusan KPU Nomor 41/Kpts/KPU.Kab./015.436415/IX/2013 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pilkada Lebak 2013-2018.

Kemenangan pasangan IDE pada pilkada itu karena MK menganggap telah terjadi kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam pelaksanaan Pilkada Lebak 31 Agustus 2013, lalu. Objek materi kecurangan yang diajukan pemohon pasangan HAK juga mencapai 72 item.

Sebelum sengketa Pilkada Lebak masuk ke meja MK, KPU setempat resmi menetapkan pasangan Iti Oktavia-Ade Sumardi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lebak periode 2013-1018. Iti merupakan anak Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. Penetapan itu ditentukan dalam rapat pleno KPU pada 8 September 2013.

Pasangan Iti ini mengalahkan 2 calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak yakni Amir Hamzah-Kasmin dan pasangan Pepep Faisaludin-Aang Rasidi. Iti Oktavia (anggota DPR dari Partai Demokrat)-Ade Sumardi (Ketua DPC PDIP Lebak) diusung oleh Partai Demokrat, PDIP, Hanura, Gerindara, PPP, PKS, PPNU. Keduanya meraih suara terbanyak yaitu 407.156 suara (62,37 persen).

Sedangkan Amir Hamzah (Wakil Bupati Lebak saat ini atau calon incumbent)-Kasmin, yang didukung Partai Golkar meraih 226.440 suara (34,69 persen). Terakhir, pasangan Pepep Faisaludin – Aang Rasidi, yang maju dari perseorangan meraih suara sebanyak 19.163 (2,94 persen). (Adi)

liputan6.com

KPK Periksa Dua Cabup Gunung Mas

KPK Periksa Dua Cabup Gunung Mas

Headline

(Foto : inilah.com/ilustrasi)

inilah.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua bekas calon Bupati di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Dua calon Bupati itu diperiksa terkait suap pengurusan sengketa Pemilu Kada Gunung Mas di Mahkamah Konstitusi (MK).‎ Mereka adalah Afridel Jinu dan Jaya Samaya Monong.
“Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk AM,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Kamis (17/10/2013).

Bersama keduanya, KPK juga memeriksa Daldin dan Ude Arnold. Daldin sendiri diketahui merupakan pasangan calon Wakil Bupati untuk Jaya Samaya Monong.

Jaya dan Afridel sendiri diketahui sebagai pemohon dalam sengketa Pemilu Kada Gunung Mas di Mahkamah Konstitusi. Bahkan saat itu, Jaya mengaku sempat mempertimbangkan dugaan kecurangan sengketa tersebut ke KPK. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Apple Kurangi Suplai iPhone 5C

    Apple Kurangi Suplai iPhone 5C

  • Samsung Siapkan Baterai Fleksibel Antiledak

    Samsung Siapkan Baterai Fleksibel Antiledak

Inilah.com

Cari simpati, Cabup incumbent Madiun datangkan Jurkamnas


Cari simpati, Cabup incumbent Madiun datangkan Jurkamnas - Kampanye terbuka di Lapangan Damong - Jurukamnas PKB Ida Fauziah berorasi dihadapan ratusan pendukung pasangan cabup Madiun Muhtarom-Iswanto (Mu-Is) di lapangan Desa Desa Dimong

Jurukamnas PKB Ida Fauziah berorasi dihadapan ratusan pendukung pasangan cabup Madiun Muhtarom-Iswanto (Mu-Is) di lapangan Desa Desa Dimong(Foto: Arso-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Untuk menarik simpati masyarakat, pasangan calon bupati-calon wakil bupati (Cabup-Cawabup) incumbent Kabupaten Madiun Muhtarom-Iswanto (Mu-Is) menghadirkan juru kampanye nasional (jurkanas), Ida Fauziah, saat menggelar kampanye terbuka di lapangan Desa Dimong, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jumat (07/06/2013).

Kehadiran Ketua Komisi VIII DPR RI ini, tak hanya meramaikan kampanye pasangan Mu-Is yang diusung PKB dan Partai Demokrat. Namun orasi politisi PKB ini mampu membakar semangat massa pendukung pasangan Mu-Is.

Baca juga: Polres Madiun siapkan pengawal khusus pasangan calon bupati dan Pendaftaran Cabup Madiun Sukiman-Suprapto ricuh

“Saya jauh-jauh datang dari Jakarta untuk mendukung pasangan Mu-Is. Masak anda yang warga Kabupaten Madiun tidak mendukung Mu-Is?”, kata Ida dalam orasinya, yang disambut gemuruh tepuk tangan ribuan massa.

Ida juga membeber rahasia kenapa pasangan Mu-Is tetap diukung PKB dan Partai Demokrat untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Madiun 2013.Menurutnya, keharmonisan kepemimpinan Muhtarom dan Iswanto, merupakan
pemandangan yang langka dan jarang terjadi.

Ia menyebut, dari 490 kota/kabupaten seluruh Indonesia, yang pemimpin daerahnya rukun hanya tujuh persen. Salah satunya di Kabupaten Madiun.

“Kalau Mu-Is rukun, itu sama saja mereka mampu menyelesaikan masalah. Ini membuktikan, kepemimpinan Mu-Is mampu menyejahterakan warga Kabupaten Madiun,” lanjut Ida.

Masih dalam orasinya, Ida menyebut pendidikan gratis juga telah dilakukan dalam masa kepemimpinan Mu-Is jilid pertama. Bahkan, pihaknya berupaya untuk membantu pendaftaran sekolah bagi siswa yang tidak mampu, mulai tingkat SLTA hingga mahasiswa.

Sedangkan cabup incumbent, Muhtarom, dihadapan massa menyebut, bantuan keuangan desa sudah dilakukan Mu-Is sejak 2012 lalu.

“Kami telah mengalokasikan anggaran Bantuan Keuangan Desa (BKD) untuk perbaikan infrastruktur. Dan dari tahun ke tahun, BKD selalu meningkat”, kata Muhtarom, dalam orasinya.

Pada sesi terakhir, Muhtarom meminta massa pendukungnya untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap melakukan kampanye simpatik. Tidak perlu rame-rame di permukaan, tapi konsisten mempengaruhi massa untuk memilih dan mendukung pasangan cabup-cawabup nomor urut satu dalam Pilkada 19 Juni mendatang.@arso

Berita Terkait:

lensaindonesia.com

Kalah Pilkada, dua Cabup Jombang legowo


Kalah Pilkada, dua Cabup Jombang legowo - Nyono - Munjidah unggul perolehan suara - Pilkada Kabupaten Jombang

Pilkada Kabupaten Jombang(Foto: Ilustrasi-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang Jawa Timur belum merilis data resmi hasil penghitungan suara pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 5 Juni 2013 kemarin, namun pasangan Cabup-Cawabup Nyono Suharly Wihandoko – Munjidah Wahab sudah mendapatkan ucapan selamat dari dua rivalnya.

Hal itu terkait dengan hasil hitung cepat (quick count) dari hasil pemungutan suara Pilkada Jombang yang dirilis oleh Pusat Study Demokrasi dan Ham (PusDeHam) Surabaya, Rabu petang (05/06/2013).

Baca juga: S3 kunci kemenangan pasangan Nyono – Munjidah dan Debat Cabup ricuh, pendukung kumpulkan uang saweran

Berdasarkan hasil Quick count Pusdeham, pasangan cabup-cawabup yang diusung partai Golkar dan PPP serta didukung gabungan partai politik, yakni Nyono Suharly Wihandoko – Munjidah Wahab mengungguli dua pasangan calon lainnya.

“Alhamdulillah saya masih sehat. Saya legowo dengan hasil Pemilukada Jombang, dimana berdasarkan hasil quick count, Pak Nyono memperoleh dukungan suara terbanyak. Saya sudah menelepon pak Nyono dan menyampaikan selamat,” ujar Widjono Soeparno, cabup yang diusung PDIP berpasangan dengan Sumrambah, Jumat (07/06/2013) siang.

Usai perhelatan Pilkada Jombang, Widjono akan fokus menyelesaikan tugasnya sebagai wakil bupati Jombang yang akan berakhir pada September 2013. Dia berharap, para pendukung dan simpatisannya bisa bersikap legowo dan menjaga suasana di kota santri, serta menghargai proses demokrasi yang sedang berjalan.

Calon Bupati yang diusung PKB, Munir Al Fanani juga mengucapkan selamat atas kemampuan pasangan Nyono-Munjidah meraih dukungan rakyat Jombang. “Siapapun yang terpilih, dialah yang dipercaya rakyat untuk memimpin Jombang. Saya menyampaikan selamat,” katanya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan hitung cepat hasil pemungutan suara Pilkada Jombang yang digelar Pusdeham Surabaya, pasangan Munir-Wiwik Nuriati (Mukti) memperoleh 6,40%, pasangan Widjono-Sumrambah (WIRA) mendapatkan 35,15% suara dan Nyono-Munjidah mwndapatkan 58,47 persen suara.

Data tersebut berasal dari total 359 TPS yang menjadi sampling penghitungan. TPS di Jombang sendiri sebanyak 2.144 buah di 21 Kecamatan dengan 988.643 pemilih.

Sementara, berdasarkan penghitungan Desk Pilkada di Bakesbanglinmas Pemkab Jombang, pasangan Nyono-Mundjidah unggul dengan 401.748 suara atau setara dengan 59,57 persen suara sah.

Pasangan Widjono-Sumrambah (WIRA) yang berada diposisi kedua mengoleksi 234.261 atau setara 34,74 persen suara.
Sementara pasangan Munir-Wiwik (MUKTI) tercecer diurutan ketiga dengan 38.382 atau 5,69 persen suara.

KPU Jombang direncanakan menggelar pleno hasil penghitungan Pilkada pada Senin minggu depan.@syafi’i

Berita Terkait:

lensaindonesia.com

Debat Cabup Jombang Ricuh

Debat Cabup Jombang Ricuh

Headline

beritajatim.com

inilah.com, Jombang – Acara debat kandidat yang digelar KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Jombang di Hotel Yusro diwarnai kericuhan, Sabtu (1/6/2013).

Ratusan pendukung dari tiga kandidat berdemo di lokasi acara. Mereka kecewa karena di luar ruangan tersebut tidak disediakan layar monitor untuk melihat jalannya debat. Maklum saja, debat kandidat itu memang dibatasi pesertanya.

Bukan itu saja. Ratusan massa itu juga mengumpulkan uang recehan yang diwadahi kardus. Rencananya, uang tersebut akan diberikan ke KPU agar digunakan untuk membeli kabel beserta layar monitor. Itu dilakukan sebagai bentuk sindiran karena lembaga pelaksana pemilu tersebut tidak memberikan fasilitas dalam acara debat tersebut.

Awalnya, ratusan massa itu bergerombol di depan lokasi acara. Mereka terdiri dari massa pendukung calon bupati dan calon wakil bupati nomor urut 1, Munir Alfanani – Wiwik Nuriati (Mukti), kemudian massa pendukung pasangan nomor urut 2, Widjono Soeparno – Sumrambah (WIRA), serta massa dari pasangan nomor urut 3, Nyono Suherli – Mundjidah Wahab.

Para pendukung itu meneriakkan yel-yel masing-masing calon yang mereka dukung. Kericuhan terpantik ketika debat kandidat itu dimulai. Di satu sisi, mereka tidak diperkenankan masuk ruangan, namun di sisi lain mereka juga tidak bisa menyaksikan acara tersebut melalui dari luar karena tidak adanya layar monitor.

Cuaca yang panas, membuat emosi mereka cepat tersulut. “Kalau kami tidak boleh masuk, maka kami minta difasilitasi agar bisa melihat acara tersebut dari luar menggunakan layar monitor,” teriak Arik, salah satu pendukung WIRA.

Selanjutnya, mereka secara bersama-sama merangsek mendekati pintu utama guna menerobos masuk. Beruntung, puluhan polisi langsung siaga, sehingga aksi nekat itu bisa digagalkan. Massa kemudian melakukan orasi secara bergantian. Selain itu, massa juga mengumpulkan uang yang disimpan dalam kardus.

Setelah uang terkumpul, massa kembali merangsek ke pintu utama ruangan untuk bisa masuk. Namun kali ini mereka berniat menemui Ketua KPU, Machwal Huda, guna menyerahkan uang hasil saweran. “Kami ingin masuk hanya menyerahkan uang hasil saweran kepada Ketua KPU. Uang ini sumbangan dari kami agar KPU bisa membeli monitor,” ujar Soleh, massa lainnya.

Emosi ratusan pendukung cabup ini baru mereda ketika sejumlah petugas dari KPU membawa layar monitor ke luar rungan. Layar tersebut kemudian dipasang di depan kerumunan massa. Nah, beberapa saat kemudian massa yang menyemut itu baru bisa tenang. Mereka kemudian mengikuti jalannya debat tersebut.

Bagaimana pendapat Ketua KPU Jombang, Machwal Huda, atas kericuhan itu? Menurutnya, kejadian spontan itu hanya salah paham belaka. Sayangnya, Machwal enggan berpanjanglebar terkait tidak adanya layar monitor di luar ruangan. Dia hanya menjelaskan bahwa debat kandidat tersebut memang pesertanya dibatasi.

“Alhamdulillah, semuanya sudah bisa kita atasi. Sebelumnya, kami juga sudah memberitahukan kepada masingh-masing pasangan calon bahwasanya peserta debat dibatasi. Satu pasangan calon hanya boleh membawa 25 orang pendukung,” ujarnya.

Machwal menambahkan, acara debat kandidat merupakan penutup dari kampanye terbuka yang dilakukan pasangan calon selama dua minggu. Debat kandidat, lanjut Machwal, adalah wahana bagi masyarakat atau pemilih untuk mendalami program, vis-misi, dan kesiapan masing-masing kandidat. [beritajatim]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Google Akan Beri BB10 'Hadiah' Asalkan...

    Google Akan Beri BB10 ‘Hadiah’ Asalkan…

  • Bumi Plc Temukan Penyimpangan $  201 Juta

    Bumi Plc Temukan Penyimpangan $ 201 Juta

Inilah.com

Pendaftaran Cabup Madiun Sukiman-Suprapto ricuh

Sekretaris DPC PDIP tersinggung tidak diberi tempat duduk

Editor: Mohammad Ridwan | Senin, 29 April 2013 07:15 WIB, 7 menit yang lalu



Pendaftaran Cabup Madiun Sukiman-Suprapto ricuh - Sekretaris DPC PDIP tersinggung tidak diberi tempat duduk - Suasana pendaftaran pasangan cabup Kabupaten Madiun Sukiman-Suprapto di kantor KPU

Suasana pendaftaran pasangan cabup Kabupaten Madiun Sukiman-Suprapto di kantor KPU(Foto: ARSO-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Pendaftaran bakal calon bupati dan calonm wakil bupati (cabup-cawabup) Kabupaten Madiun yang diusung PDIP dan Partai Golkar, Sukiman-Suprapto (SuPra), Sabtu (27/04/2013) diwarnai kericuhan.

Kericuhan dimulai dari tersinggungannya Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Madiun Subari yang tidak mendapatkan tempat duduk. Sedangkan tempat duduk, seharusnya bersebelahan dengan Ketua DPC PDIP Y Ristu Nugroho, justru ditempati Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono.

Baca juga: Ribuan Bukti Dukungan Bacabup Independen Madiun tidak sah dan Suprapto digadang-gadang gantikan Cawabup Sugito

“Saya ini jelek-jelek Sekretaris DPC PDIP. Tapi, mengapa tidak mendapatkan tempat duduk ?. Bayangkan Partai Golkar saja ada PlT dan sekretaris,
sedangkan saya selaku sekretaris partai (PDIP) tidak mendapat tempat duduk,” ujarnya berapi-api sembari meninggalkan lokasi.

Guna meredam emosi Subari, anggota DPR RI Fraksi PDIP Sadarestuwati mengajak Subari keluar ruangan.

Saat dalam proses penyerahan berkas-berkas, kericuhan masih terus berlangsung, sejumlah caci maki dilontarkan pria dan wanita berjaket merah. Tidak hanya caci maki dilontarkan kepada anggota KPU, tapi kata-kata kotor terus dilontarkan.

Suasana sempat memanas, tidak memancing anggota KPU ikut larut dalam emosi terus melakukan seleksi kelengkapan pendaftaran. Hingga berakhir proses seleksi kelengkapan berjalan, tanpa ada insiden berarti. Terlihat Kapolres Madiun AKBP Yusuf memimpin langsung proses pengamanan.

“Guna pengamanan proses itu, kami melibatkan sebanyak 440 personil. Personil disiagakan untuk mengawal seluruh proses, agar tidak terjadi suatu hal tidak diinginkan,”pungkasnya.@arso

Berita Terkait:

lensaindonesia.com