Minim Pengajar Berkualitas, Standar Pendidikan RI Menurun

Para pengajar berprestasi

JAKARTA — Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) menyatakan Indonesia kekurangan tenaga pengajar berkualitas untuk memenuhi banyaknya sekolah-sekolah baru yang dibangun selama masa puncak ekspor minyak pada 1970-1996.

“Hal tersebut menyebabkan standar pendidikan di Indonesia menurun secara permanen,” kata Direktur Regional ICAEW Asia Tenggara, Mark Billington dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3).

Ia menjelaskan, dengan perekonomian ASEAN yang terus tumbuh dan mengarah ke tahap perkembangan berikutnya, pendidikan menjadi faktor penentu yang sangat penting dalam produktivitas.

“Tenaga kerja di ASEAN saat ini, didominasi oleh mereka yang berasal dari golongan yang tidak memiliki keterampilan hinggal level universitas,” katanya.

Permasalahan tersebut, kata Mark, menimbulkan kebutuhan akan ketrampilan teknis untuk bergerak dari tingkat perakitan ke tahapan produksi dari sebuah rantai ekonomi tetap terbelakang.

“Sebuah penekanan lebih besar pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi diperlukan, sehubungan dengan diciptakannya pekerjaan-pekerjaan dengan keterampilan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Saat ini, menurut Mark, perencanaan dan investasi jangka panjang sangat penting terhadap kemampuan ASEAN dalam mengembangkan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi perlambatan dan pergeseran pertumbuhan komsumsi domestik di tahun-tahun mendatang.

“Pada saat ini, ASEAN harus melibatkan pengembangan keterampilan yang dapat menggantikan komoditas sebagai sumber pendapatan ekspor,” tuturnya.

ICAEW merupakan lembaga analisa ekonomi yang memberikan gambaran besar atau laporan mengenai kinerja ekonomi dari Asia Tenggara untuk 144 ribu anggotanya.

Laporan tersebut membahas mengenai tinjauan triwulan terhadap perekonomian Asia Tenggara dengan terfokus pada Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

republika.co.id

Kekurangan Pengajar Berkualitas, Standar Pendidikan Indonesia Menurun

Para pengajar berprestasi

JAKARTA — Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) menyatakan Indonesia kekurangan tenaga pengajar berkualitas untuk memenuhi banyaknya sekolah-sekolah baru yang dibangun selama masa puncak ekspor minyak pada 1970-1996.

“Hal tersebut menyebabkan standar pendidikan di Indonesia menurun secara permanen,” kata Direktur Regional ICAEW Asia Tenggara, Mark Billington dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3).

Ia menjelaskan, dengan perekonomian ASEAN yang terus tumbuh dan mengarah ke tahap perkembangan berikutnya, pendidikan menjadi faktor penentu yang sangat penting dalam produktivitas.

“Tenaga kerja di ASEAN saat ini, didominasi oleh mereka yang berasal dari golongan yang tidak memiliki keterampilan hinggal level universitas,” katanya.

Permasalahan tersebut, kata Mark, menimbulkan kebutuhan akan ketrampilan teknis untuk bergerak dari tingkat perakitan ke tahapan produksi dari sebuah rantai ekonomi tetap terbelakang.

“Sebuah penekanan lebih besar pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi diperlukan, sehubungan dengan diciptakannya pekerjaan-pekerjaan dengan keterampilan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Saat ini, menurut Mark, perencanaan dan investasi jangka panjang sangat penting terhadap kemampuan ASEAN dalam mengembangkan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi perlambatan dan pergeseran pertumbuhan komsumsi domestik di tahun-tahun mendatang.

“Pada saat ini, ASEAN harus melibatkan pengembangan keterampilan yang dapat menggantikan komoditas sebagai sumber pendapatan ekspor,” tuturnya.

ICAEW merupakan lembaga analisa ekonomi yang memberikan gambaran besar atau laporan mengenai kinerja ekonomi dari Asia Tenggara untuk 144 ribu anggotanya.

Laporan tersebut membahas mengenai tinjauan triwulan terhadap perekonomian Asia Tenggara dengan terfokus pada Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

republika.co.id

“Loyalis Anas Lebih Berkualitas dari Loyalis SBY”

“Loyalis Anas Lebih Berkualitas dari Loyalis SBY”

Headline

Anas Urbaningrum dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono – (Foto:inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Anggota Komisi III Fraksi Partai Hanura, Sarifuddin Sudding mengaku tidak mempermasalahkan soal keputusan Fraksi Partai Demokrat soal penetapan Ketua Komisi III.

Namun, Sudding mengatakan, persoalan yang menjadi penolakan Komisi III DPR adalah sosok Ruhut Sitompul yang dianggap tidak layak menjadi Ketua Komisi III DPR.

“Kami selama ini tidak pernah mempersoalkan Benny dan Pasek (Ketua Komisi III terdahulu). Karena mereka memang baik,” ujar Sudding di Jakarta, Sabtu (21/9/2013).

Menurutnya, dua kader Partai Demokrat yang pernah menjadi Ketua Komisi III memang diakui memiliki kapasitasnya. Bahkan Sudding menyebut jika kader Demokrat loyalis Anas Urbaningrum jauh lebih berkualitas ketimbang kader loyalis SBY.

“Kader-kader Demokrat yang jadi loyalis Anas itu sebenarnya kader-kader terbaik di Demokrat, ketimbang loyalisnya SBY,” tegasnya.

Dia menjelaskan, penilaian positif kepada kader Demokrat loyalis Anas yang duduk di Komisi III didasari atas latar belakangnya selama ini yang sudah teruji.

“Yang punya kemampuan di atas rata-rata itu adalah orang-orang yang dianggap sebagai loyalisnya Anas. Tdk hanya sekedar omdo (omongan doang), mereka punya argumentasi-argumentasi yang baik dan bisa diterima akal sehat,” ungkapnya.

Sudding sendiri menilai sosok Ruhut merupakan bagian dari loyalis SBY. Bahkan Ruhut dianggap tidak memiliki jiwa kepemimpinan.

“Saya pribadi saya belum layak dipimpin oleh Ruhut, saya akan mempertimbangkan keluar dari komisi III,” tandasnya.[jat]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Falcao Tak Sabar Lewati Thiago Silva

    Falcao Tak Sabar Lewati Thiago Silva

  • Sebastian Vettel Terdepan di Marina Bay

    Sebastian Vettel Terdepan di Marina Bay

Inilah.com

Pramono: Konvensi Capres Ruang Orang Berkualitas

Pramono: Konvensi Capres Ruang Orang Berkualitas

Headline

Peserta konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo – (Foto : inilah.com/Ardhy Fernando)

inilah.com, Karawang – Peserta konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo menegaskan, konvensi partainya bertujuan memberikan ruang kepada orang-orang yang memiliki kualitas untuk memimpin bangsa ini.

“Konvensi itu memberikan ruang kepada orang-orang yang berpotensi dan berkualitas,” kata adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu di sela-sela acara kegiatan sepeda sehat di Desa Pasurukem, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Minggu (8/9). Kegiatan sepeda santai ini serangkaian dengan kegiatan turnamen voli Saan Mustopa Cup ke-9.

Pramono juga membantah rumor munculnya faksi-faksi dukungan di internal Partai Demokrat. “Tak benar. Kami sama-sama membesarkan Partai Demokrat. Karena itu, kami semua, utamanya para peserta konvensi, saling mendukung. Ini semua untuk kebesaran partai,” katanya.

Pramono mengaku tak menyiapkan startegi khusus untuk memenangi konvensi. “Kemenangan bersama,” tutur purnawirawan jenderal bintang empat itu.

Dia mengaku saat menjadi peserta konvensi dirinya tak lagi bepikir homogen. “Di militer, saya homogen. Karena itu, ketika menjadi peserta konvensi, saya harus menjadi heterogen dan menambah wawasan saya,” katanya.

Meski tak menyinggung strategi khusus dalam sosialisasi pemenangan konvensi, Pramono mengatakan dirinya menggunakan kekuatan kader dan caleg. “Kalau kader kuat, partai akan besar. Di setiap kunjungan, saya menggunakan kekuatan kader dan caleg. Buktinya, tadi saat bersepeda, yang dikenal malah Pak Saan (Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa), bukan saya. Ya tidak apa-apa, toh ini untuk kebesaran partai,” ujar mantan KASD tersebut.

Dia yakin lolos dalam elektabilitas yang akan diberlakukan komite konvensi sebagai salah satu syarat memenangi konvensi. “Popularitas juga penting. Dalam militer ketika ingin berperang, kami harus yakin. Kalau tak yakin, tak usah ikut. Di konvensi, tentunya berperang dalam hal yang sangat positif. Saya yakin ada harapan,” katanya.

Sampai saat ini Pramono mengaku belum memetakan kekuatan peserta konvensi lainnya. “Saya belum petakan. Yang jelas, semua peserta berkualitas sangat baik.”

Pada 11 September nanti, tambah Pramono, peserta konvensi akan memperkenalkan visi dan misinya kepada Majelis Tinggi Partai Demokrat dan pada 15 September akan diperkenalkan kepada masyarakat. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Penyerang Baru MU sebut United Punya Skuad Juara

    Penyerang Baru MU sebut United Punya Skuad Juara

  • CR7 Absen di Laga Kontra Brasil

    CR7 Absen di Laga Kontra Brasil

Inilah.com

Mendagri: Pemilih Harus Cerdas Agar Pilih Caleg Berkualitas

Mendagri: Pemilih Harus Cerdas Agar Pilih Caleg Berkualitas
Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. (Liputan6.com/Abdul Aziz Prastowo)

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengimbau masyarakat memilih calon wakil rakyat yang memiliki integritas dan kualitas baik. Sehingga bisa benar-benar memperjuangkan hak-hak masyarakat di parlemen.

“Pemilih cerdas ini harus terus disosialisaikan sehingga dapat terpilih wakil-wakil rakyat yang berkualitas, demi terselenggaranya penyelenggara pemeirintah yang baik,” kata Gamawan saat membuka acara Rakornas dengan pihak terkait dalam rangka persiapan pemilu 2014 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (26/8/2013).

Gamawan menjelaskan, pelaksanaan pemilu tinggal sekitar 7,5 bulan lagi ke depan. Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Daftar Caleg Tetap (DCT) dari 12 partai politik peserta pemilu 2014.

Karena itu, ia juga mengimbau masyarakat dapat mengenali calon wakil rakyatnya untuk dipilih pada pelaksanaan pemilu tanggal 9 April 2014 mendatang. “Sekarang ini DCT telah ditetapkan. Maka masyarakat harus mengenali calon-calonnya untuk dapat dipilih dalam pemilu 9 april 2014 mendatang,” imbaunya.

Oleh karena itu, Gamawan meminta kepada pelaksana pemilu di tinggat pusat hingga tingkat daerah untuk bisa memastikan masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemilu 9 April 2014 mendatang, dengan dijamin rasa keamanannya demi kepentingan bangsa dan negara ke depan.

“1 Kecamatan saja tidak mendapatkan kartu pemilih itu efeknya besar. Kita memahami negara kita sangat besar ada 17 ribu. Ditambah daerah-daerah pedalaman yang terpencil, tetapi harus ada jaminan di setiap pelosok daerah pemilu itu harus terlaksana,” ujar mantan Gubernur Sumatera Barat ini. (Ism/Mut)

liputan6.com

Ahok Akui Guru Jakarta Masih Kurang Berkualitas

Guru mengajar di depan kelas.

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa kualitas guru di Jakarta masih rendah.

“Ya lumayan sih, masih banyak guru yang nggak berkompeten. Karena itu, kami sedang memikirkan untuk membahas apakah nanti penerimaan PNS di DKI lebih baik dibuka untuk jabatan guru,” kata Basuki usai menerima Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Finlandia Krista Kiuru di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (21/8).

Dalam pertemuannya tersebut, Finlandia sempat minta izin kepada Pemprov DKI untuk menggelar seminar bagi tenaga pendidik atau pengajar. Diharapkan para guru tersebut dapat mengikuti standar pendidikan di Finlandia yang merupakan terbaik di dunia.

“Tadi dalam pertemuan itu, kami bahas tentang pendidikan. Sebab, pendidikan di Finlandia kan termasuk paling baik di dunia. Jadi mereka mau buat semacam seminar untuk guru-guru. Supaya guru-guru kita bisa mengikuti standar mereka,” ujarnya.

Pelatihan atau seminar tersebut, lanjutnya, diharapkan memampukan para guru di Jakarta menghadapi dan menjalani kurikulum 2013 yang baru. Kurikulum tahun 2013 dinilainya hampir mirip dengan kurikulum pendidikan di Finlandia.

Namun, untuk menjalankan kurikulum tersebut dibutuhkan guru yang memiliki kualifikasi seperti guru-guru di negara itu. Rencananya, seminar pelatihan tersebut akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Selain membahas permasalahan di bidang pendidikan, Ahok, sapaan akrab Basuki, mengatakan pihaknya juga menceritakan kondisi Kota Jakarta dan negara Indonesia. Saat ini, Jakarta sedang mengalami surplus usia produktif dan surplus kependudukan.

“Dan bagaimana usia produktif ini bisa dilatih dengan baik. Kami akan terima guru-guru yang lebih cocok untuk kurikulum 2013,” paparnya.

Karena itu, Pemprov DKI mengundang Pemerintah Finlandia agar mengembangkan kerja sama tidak hanya di bidang pendidikan. Melainkan juga di bidang teknologi maupun investasi.

“Kan demogragi di sini sedang surplus, nah kami tawarkan mereka masuk ke sini untuk kembangkan teknologi, kembangkan pasar, bisnis. Jakarta tempat yang cocok. Kita mengundang mereka. Bantu juga kita soal pendidikan dan orang-orang kita dilatih untuk memenuhi kebutuhan mereka, selain ada pasar dan ada tenaga kerja kan,” paparnya.

Google.co.id