Karawang akan sebar 25 becak motor pengangkut sampah

(ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan menyebar 25 becak motor pengangkut sampah ke kelurahan-kelurahan sekitar Karawang untuk mengatasi masalah persampahan.

“Sebanyak 25 becak motor itu berasal dari bantuan Pemprov Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Cipta Karya setempat Dedi Ahdiat, saat dihubungi di Karawang, Minggu.

Sebanyak 25 becak motor tersebut nantinya akan disebar ke kelurahan-kelurahan sebagai upaya penanganan sampah di wilayah perkotaan Karawang, khususnya di tingkat kelurahan.

Becak motor itu akan mengangkut sampah-sampah dari pembuangan sampah rumah tangga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Dari TPS, sampah dibawa menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jalupang, Kotabaru, Karawang.

Kabid Kebersihan Dinas Cipta Karya Karawang Ridwan Salam menambahkan, dua orang dari masyarakat setempat akan dipilih untuk menjalankan becak motor tersebut.

Petugas akan diberi honor oleh pemerintah daerah setempat, melalui Dinas Cipta Karya Karawang. Tetapi untuk besaran honornya kini masih proses pembahasan.

“Untuk sementara ini, kita masih menangani masalah sampah di perkotaan, dan ke depan akan terus difokuskan hingga ke perdesaan,” kata dia.

Data Dinas Cipta Karya setempat menunjukkan produksi sampah di Karawang mencapai 380 ton per hari, tergolong tinggi sehingga perlu ditangani secara khusus.

Sementara Karawang hanya memiliki satu TPA yakni TPA Jalupang di Kecamatan Kotabaru.

google.co.id

Puluhan Becak di Bekasi Kena Razia

Razia Becak di Bekasi

Bekasi – Puluhan becak yang parkir maupun melintas di Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi, Jawa Barat terjaring razia yang dilakukan Satpol PP Kota Bekasi, Rabu (4/9) siang. Razia ini rutin dilakukan untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) No. 52 tentang Daerah Bebas Becak dan Kendaraan Tidak Bermotor.

Suhari (30), salah satu pengemudi becak yang terjaring razia, mengatakan terpaksa melintas di Jalan Juanda karena permintaan pelanggannya untuk mengantar lima tandan pisang kepok dari Pasar Baru, Bekasi Timur menuju Jatiwaringin, Pondokgede.

“Saya tahu, ada rambu pelarangan becak. Tapi terpaksa lewat sini (Juanda), kalau muter jauh,” ujarnya saat didata untuk pembuatan Berita Acara.

Sebanyak lima tandan pisang yang diangkutnya, terpaksa diturunkan dari becaknya. Sementara itu, becak yang dikendarai Suhari diangkut ke atas mobil Satpol PP Kota Bekasi.

Selanjutnya, Suhari akan menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Bekasi.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Bekasi, Kandar Iskandar, menjelaskan pihaknya melakukan razia rutin untuk memberikan efek jera bagi pengemudi becak yang dilarang melintas di beberapa ruas jalan di Kota Bekasi.

“Kami ingin memberikan kenyaman bagi pengendara di Jalan Juanda. Kehadiran becak di jalan ini menambah padat kemacetan dan terlihat semrawut,” ujar Kandar.

Lebih lanjut dia menjelaskan, razia ini rutin dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pengemudi becak yang masih melanggar. “Sidang Tipiring bukan merupakan hukuman tapi untuk memberikan efek jera kepada pengemudi becak,” imbuhnya.

Selain Jalan Juanda, sambung Kandar, ruas jalan lainnya seperti Ahmad Yani, KH Noer Ali dan Sudirman, kendaraan becak dilarang melintas karena jalan ini merupakan jalan utama yang arus lintasnya sangat padat.

“Pemerintah Kota Bekasi, masih memperbolehkan para pengemudi becak untuk mangkal sekitar 25 meter dari persimpangan jalan yang bersinggungan dengan ruas jalan yang dilarang untuk kendaraan becak. Seperti di Jalan Karitini dan Dewi Sartika,” ungkapnya.

Kandar Iskandar mengimbau kepada para pemilik becak untuk memberikan pengarahan kepada pengemudi becak agar tidak melintas di jalan yang telah dilarang oleh pemerintah daerah.

Razia kali ini, diwarnai aksi pengeroyokan para tukang becak terhadap Anton, petugas Satpol PP Kota Bekasi, di persimpangan Jalan Dewi Sartika, Bekasi Timur. Mereka menolak becaknya diangkut oleh petugas razia.

Google.co.id

[VIDEO] Jokowi Blusukan Naik Becak Garuda pada Pilkada Jatim

[VIDEO] Jokowi Blusukan Naik Becak Garuda pada Pilkada Jatim
(Liputan6 TV)

Liputan6.com, Bondowoso : Upaya merebut hati para pemilih dalam Pilkada Jatim makin gencar dilakukan para kandidat. Gubernur DKI Jakarta Jokowi melanjutkan kebiasaan blusukan ke pasar tradisonal. Dia datang sebagai juru kampanye cagub-cawagub dari PDIP, Bambang DH-Said.

Dalam tayangan Liputan 6 Petang SCTV, Sabtu (24/8/2013), Jokowi bersama cawagub Jatim nomor urut 3 dari PDIP Said Abdullah berkampanye dengan berbecak ria mengelilingi Kota Bondowoso, Jawa Timur. Dalam perjalanannya, Jokowi dan cawagub Said Abdullah dikawal ribuan massa militan dari PDIP Bondowoso serta diiringi ribuan abang becak.

Di pasar tradisional, Jokowi dikerubuti warga. Mantan walikota Solo itu mengajak pedagang memilih cagub-cawagub Bambang DH-Said Abdullah.

Sementara cagub nomor urut 4, Khofifah Indar Parawansa memilih menyapa puluhan pedagang kali lima di sentra PKL Taman Bungkul, Surabaya. Khofifah menyempatkan diri minum kopi bersama sambil berkomunikasi. Dia juga mendendangkan lagu kampanyenya dan berjanji tak akan meninggalkan rakyat.

Pasangan Sukarwo dan Saifulloh Yusuf berkampanye di Kabupaten Mojokerto. Dihadiri ribuan massa tumpah ruah di bantaran Sungai Brantas. Massa yang hadir kebanyakan dari pelajar SMP dan SMU di mojokerto yang diwajibkan oleh para guru. Untuk memeriahkan acara, kampanye terbuka ini pun diisi oleh artis Ibukota.

Masa kampanye Pilakada Jatim akan berlangsung hingga Minggu 25 Agsutus 2013. Setelah 3 hari masa tenang, 26-28 Agustus, warga Jatim akan menentukan gubernurnya untuk periode 2013-2018 pada Kamis 29 Agustus mendatang.

Dalam Pilkada Jatim 2013 ini, ada 4 pasangan yang siap bertarung memperebutkan kursi Jatim 1 dan 2. Mereka adalah calon incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa), kemudian Bambang Dwi Hartono-Muhammad Said Abdullah (Jempol), Eggi Sudjana-Muhammad Sihat, dan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja. (Ali/Ary)

JW Player goes here

liputan6.com

Pawai becak Ramadhan, PKS bagikan sembako dan uang

code: 300×250, idcomsensebox1 com is empty



LENSAINDONESIA.COM: DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pacitan menggelar pawai becak untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, Minggu, (07/07/2013).

Sedikitnya ada 52 buah becak yang telah dipasangi bendera dan atribut PKS berarak-arakan dari Kantor DPD PKS Jl Dr Soetomo Pacitan menuju rute Desa Tanjungsari – Penceng – Kelurahan Ploso – Desa Sidoarjo – Bapangan dan kembali ke kantor DPD PKS.

Baca juga: Pegadaian Pacitan dijejali warga ekonomi pas-pasan dan Pedagang bunga menjamur di Giri Sampoerna

Ketua DPD PKS Kabupaten Pacitan, Mohammad Faqih mengatakan, pawai becak sebenarnya telah menjadi rutinitas wajin PKS dalam menyambut Ramadhan.

“Tiga tahun kemarin kita absen, nah untuk tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya akan kita intensifkan lagi pawai-pawai serupa jelang ramadhan,” tuturnya.

Menurutnya, pawai becak yang digelar PKS bertujuan mengajak masyarakat bersiap-siap atas kedatangan bulan suci Ramadhan.

Saat ditanya kenapa memilih pawai becak, Faqih mengaku mengajak bolo (teman, red) becak karena tukang becak merupakan salah satu warga yang terpinggirkan.

Sementara itu, Ketua paguyuban becak sedyo rukun pangkalan pasar sawo, Teguh yang mengikuti pawai becak mengatakan tidak tahu menahu.

“Saya hanya diajak teman ikut pawai. Setelah sampai sini (kantor PKS, red) baru tahu kalau kegiatan PKS,” terangnya polos.

Setelah pawai, para tukang becak ini mendapat snack, nasi, uang Rp 50 ribu dan sembako. Sembako yang dimasukkan di dalam tas plastik hitam putih yang terbungkus rapat itu ternyata berisi, mie, minyak, gula pasir, beras 3 kg.

Di dalam plastik berisi sembako dan uang itu, juga terdapat selembar jadwal Imsakiyah yang bergambar visi misi PKS lengkap dengan seluruh gambar serta nama caleg dari partai politik PKS di masing-masing daerah pemilihan (dapil).

Kepada wartawan Mohammad Faqih, menolak dituding menggunakan pawai tersebut untuk mendulang suara (kampanye) dalam pileg 2014 nanti. @rachma

lensaindonesia.com

JELANG PEMILU 2014, Giliran Ratusan Tukang Becak Siap Menangkan Bang Rasyid

JELANG PEMILU 2014
Giliran Ratusan Tukang Becak Siap Menangkan Bang Rasyid
Rabu, 19 Juni 2013 , 14:58:00 WIB

Laporan: Zulhidayat Siregar

ABDUL RASYID (BAJU PUTIH)
  

RMOL. Ratusan tukang becak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Becak Bermotor Medan Utara (FKBMU), mendeklarasikan dukungan untuk calon anggota DPR RI Abdullah Rasyid .

Para abang becak ini menyatakan kesiapannya memperjuangkan mantan Ketua Umum Barisan Muda PAN itu dalam Pemilihan Legislatif 2014 mendatang.

Sekretaris FKBMU, Emi menjelaskan, seluruh anggota FKBMU  wajib untuk mendukung dan memenangkan Rasyid, anak Medan yang kini menjabat sebagai staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa.

Menurut mereka, Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar Anak Melayu Bersatu (AMBe) itu adalah figur muda yang bisa memberikan perubahan. “Kami berharap Bang Rasyid bisa membantu mensejahterakan rakyat kecil, khususnya kami para tukang becak,” ujar ayah 3 anak tersebut.

Sebelumnya, Abdullah Rasyid pernah melakukan silaturahmi ke sekretariat FKBMU yang beralamat di Jalan Marelan Pasar V Medan itu, 7 Juni lalu. Kedatangan Rasyid kala itu disambut antusias para pengemudi betor .

Dalam pertemuan itu, Kader utama Partai Amanat Nasional ini menuturkan akan membantu para komunitas betor yakni dengan membentuk sebuah koperasi serba usaha dan koperasi jasa.

“Konsepnya seperti sebuah toko yang menjual segala kebutuhan pengendara becak serta kebutuhan rumah tangga. Namun yang berhak untuk membeli barang- barang yang dijual di koperasi itu hanya para anggota dari FKBMU,” jelasnya.

Melalui koperasi itu pula, kata Rasyid, uang hasil penjualan itu akan digunakan untuk membeli becak baru dengan cara diundi. “Jadi semua akan punya becak sendiri. Insya Allah akan saya bantu,” ucap Rasyid.

Selain membantu pembentukan koperasi, Rasyid juga mengusulkan untuk memberikan layanan kesehatan kepada para pengemudi betor melalui program asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. “Nanti kita akan buat pelatihan untuk bisa membentuk anggota yang mengurus koperasi tersebut, dan bapak- bapak anggota FKBMU lah pemilik koperasi itu,” kata Rasyid. [zul]

rmol.co