DPR akan bahas Provinsi Nias dan Tapanuli

(ANTARA News) – Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, menyatakan, DPR setuju membahas pemekaran provinsi itu, sehingga kelak akan ada daerah otonomi baru bernama Provinsi Tapanuli dan Provinsi Nias.

“Persetujuan/pengesahan DPR itu ditetapkan melalui RUU dalam sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis malam (24/10),” katanya, di Medan, Jumat.

Menurut dia, pengesahan DPR itu cukup mengagetkan karena usulan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara tidak disahkan.

Padahal, kata dia, rekomendasi pemekaran Sumatera Utara yang diusulkan itu meliputi pembentukan tiga provinsi, yakni Tapanuli, Nias, dan Sumatera Tenggara.

“Saya sudah tanya ke anggota Komisi II DPR yang berasal dari Sumatera Utara, mengapa hanya dua daerah yang disahkan untuk dibahas,” katanya.

Keterangan DPR, kata dia, usulan Daerah Otonomi Baru Provinsi Nias, Provinsi Tapanuli, Kabupaten Pantai Barat Mandailing, dan Kabupaten Simalungun Hataran, usul inisiatif DPR yang akan dibahas di Badan Legislasi DPR.

“Dari keterangan anggota DPR itu, saya simpulkan pemekaran Sumatera Tenggara masih bisa dibahas. DPR akan menindaklanjuti sesuai rekomendasi DPRD Sumut yang diusulkan ke pemerintah pusat,” ujar dia

Walau begitu, dia menegaskan, “Pemekaran Provinsi Sumatera Utara itu prosesnya masih sangat panjang.”

google.co.id

10 Ribu Kader Demokrat Ngumpul Besok, Bahas `SMS SBY`?

10 Ribu Kader Demokrat Ngumpul Besok, Bahas `SMS SBY`?
Susilo Bambang Yudhoyono (Liputan6.com/Danu Baharuddin)

Liputan6.com, Jakarta : Di tengah banyaknya serangan, Partai Demokrat bakal menggelar pertemuan Sabtu besok di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat. Pertemuan itu digelar dalam rangka menyambut HUT ke 12 Demokrat. Akankah serangan-serangan yang ditujukan pada partai berlambang mercy itu, termasuk soal SMS SBY, bakal dibahas besok?

Sekretaris Majelis Tinggi PD, Jero Wacik tak menjawabnya. Namun dia membantah jika pertemuan besok bakal membahas seputar serangan-serangan terhadap internal mereka.

“Hanya membicarakan tentang strategi menghadapi Pemilu 2014 serta untuk ajang konsolidasi, ini agenda rutin,” ujar Sekretaris Majelis Tinggi PD, Jero Wacik saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

“Pak SBY akan hadir beserta fungsionaris partai lainnya. Semuanya akan hadir, mulai dari kader di DPR pusat hingga yang di DPRD,” tuturnya.

Namun, Jero tak menampik jika dalam pertemuan itu juga akan dibahas isu-isu mutakhir tentang kondisi politik Tanah Air. “Bisa saja (dibahas), misalnya tentang elektabilitas partai saat ini,” ujar Menteri Energi Sumber Daya Mineral itu.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan mengirim pesan singkat agar elite partainya menjaga jarak dengan ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) bentukan Anas Urbaningrum.

Ada 10 poin pesan yang diduga dikirimkan SBY untuk kader Demokrat agar menjauhi PPI. Salah satu poin dalam SMS yang diduga berasal dari SBY itu berbunyi:

Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi, pihak Anas terus menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya utk saya hadapi tindakan yang telah melampaui batasnya itu. Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam dan hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan Partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib dan masa depan jutaan anggota PD di seluruh Indonesia.” (Ndy)

liputan6.com

PDIP Sudah Bertemu Ical Bahas Koalisi 2014

PDIP Sudah Bertemu Ical Bahas Koalisi 2014

Headline

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani – inilah.com/Wirasatria

inilah.com, Jakarta – PDI Perjuangan sudah menjalin komunikasi politik dengan parpol lain. Salah satunya dengan Partai Golkar yang sudah menetapkan capresnya, Aburizal Bakrie (Ical).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani mengaku sudah melakukan komunikasi politik dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Namun komunikasi itu belum mengarah kepada koalisi di Pilpres 2014.

“Lobi-lobi politik selalu kami lakukan, sebelum adanya DPT dan lain-lain. Saya sering sekali ketemu dengan Pak Ical dan lain-lain,” ujar Puan di Gedung DPR, Senayan, Jumat (25/10/2013).

Meski begitu, Puan memastikan komunikasi politik yang dibangun dengan Golkar belum mengarah kepada wacana berkoalisi di Pilpres 2014. Sebab baik dari PDI Perjuangan dan Golkar sama-sama ingin menunggu hasil Pemilu 2014 untuk menentukan sikapnya.

“Siapapun boleh saja diajukan meminang atau dipinang, tapi sampai sekarang inikan kami belum mengumumkan siapa yang akan maju ke pilpres yang akan datang,” tandasnya.[yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Ini Penyebab Kekalahan MU atas Barca Tahun 2009

    Ini Penyebab Kekalahan MU atas Barca Tahun 2009

  • Cara Mengakses Barcode di BBM Android & iPhone

    Cara Mengakses Barcode di BBM Android & iPhone

Inilah.com

PDIP Sudah Bahas Duet Jokowi-Prananda

Pilpres 2014
PDIP Sudah Bahas Duet Jokowi-Prananda

Headline

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Prananda Prabowo – inilah.com/ist

inilah.com, Jakarta – Wacana menduetkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan salah satu putra Megawati Seokarnoputri yakni Prananda Prabowo sebagai pasangan capres-cawapres pada Pemilu Presiden 2014 sudah mencuat.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan soal siapa yang akan dimajukan sebagai Capres 2014 dari PDI Perjuangan. Sebab seluruh keputusannya ada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“PDIP sudah clear itu keputusan capres dan cawapres kewenangan ketum. Kalau ketum mengeluarkan nama ya kami ikut dan nurut,” ujar Bambang, di Gedung DPR, Senayan, Kamis (24/10/2013).

Meski belum diputuskan, lanjut dia, namun internal PDI Perjuangan sudah mulai membahas beberapa nama yang dianggap berpeluang maju di Pilpres 2014.

Salah satu dari beberapa nama yang dibahas adalah nama Jokowi dan Prananda. Nama-nama tersebut memang menjadi pembicaraan informal di PDI Perjuangan.

“Kami itu kader partai tertib, ya kalau cuma ngobrol-ngobrol (duetkan Jokowi-Prananda) ya biasa. Tapi semua akan tetap tegak lurus. Ya kalau ngobrol-ngobrol inforlmal ya biasa saja. Dan keputusan capres dan cawapres ya itu keputusan ketum,” tegasnya.

Bambang menambahkan, saat ini konsetrasi PDI Perjuangan masih tertuju pada pemenangan di Pemilu 2014. Sebab jika nantinya PDI Perjuangan bisa memperoleh 20% kursi di DPR, maka peluang untuk memajukan capres dan cawapres akan semakin terbuka.

“Kalau kami mendapatkan 20% kursi, maka kalau ibu (Megawati) mengeluarkan nama Jokowi-Prananda ya kami dukung,” tandasnya. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • BTN Beri Indra Sjafri Kontrak Baru

    BTN Beri Indra Sjafri Kontrak Baru

  • IHSG Melaju ke 4.700-4.800 Sebelum Terkoreksi?

    IHSG Melaju ke 4.700-4.800 Sebelum Terkoreksi?

Inilah.com

Legislator ingatkan pemerintah bahas RUU Agraria

(ANTARA News) – Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunandjar mengingatkan pemerintah untuk segera membahas Rancangan Undang-Undang Agraria yang penting dalam melakukan program reformasi agraria khususnya bagi petani di Tanah Air.

“Kami harapkan amanat dari Presiden agar bisa segera membahas RUU Agraria,” kata Agun Gunandjar di Jakarta, Senin.

Politisi Partai Golkar itu mengingatkan bahwa upaya pembaruan agraria terdahulu sudah melalui 12 tahun pembahasan.

Panjangnya waktu pembahasan tersebut, ujar dia, dinilai karena masih sangat runyamnya RUU tersebut.

Ia mengingatkan, RUU tentang Agraria merupakan pengganti dari UU No 5 Tahun 1960 sesuai dengan TAP MPR tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Agun juga menyambut aspirasi yang disampaikan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) mengenai sulitnya perolehan Hak Guna Usaha(HGU) atas tanah.

Menurut dia, industri sawit mengelola 9 juta hektar tanah dengan 58 persen kepemilikan swasta dan BUMN serta 42 persen lainnya milik perkebunan rakyat.

Selain itu, ujar dia, industri tersebut juga dinilai berhasil menyediakan 10 juta lapangan pekerjaan dan menyumbang 50 juta dolar AS pada sektor non-migas menyaingi industri batubara.

“Tapi juga jangan menggusur penduduk asli yang sudah tinggal bertahun-tahun,” katanya.

Pemerintah di seluruh dunia termasuk Republik Indonesia diingatkan Badan Pangan Dunia (WFP) untuk tetap berkomitmen dalam mengatasi permasalahan pangan dengan meningkatkan produktivitas pangan yang berkelanjutan.

Juru Bicara Perwakilan WFP Indonesia, Myrta Kaulard, dalam siaran pers menyebutkan di Indonesia, pemerintah telah mengambil tindakan nyata melalui `Scaling Up Nutrition Movement` (Gerakan Seribu Hari Pertama Kehidupan).

Ia memaparkan, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan sektor swasta untuk membuat makanan bergizi dengan harga yang terjangkau tersedia di pasar dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.(*)

google.co.id

Rapimnas Bahas Kenapa Tingkat Elektabilitas ARB Naiknya Pelan

Rapimnas Bahas Kenapa Tingkat Elektabilitas ARB Naiknya Pelan
Minggu, 20 Oktober 2013 , 11:39:00 WIB

Laporan: Ruslan Tambak

ABURIZAL BAKRIE/NET
  

RMOL. Salah satu agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar adalah pematangan pencapresan Ketua Umum Aburizal Bakrie (ARB).

“Isu pilpres (pemilihan presiden) tentu akan jadi bahasan penting,” ungkap Wasekjen DPP Partai Golkar, Tantowi Yahya kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (20/10).

Jelas Tantowi, soal pembicaraan pencapresan nanti, pihaknya akan membahas mengapa tingkat elektabilitas ARB naiknya pelan jelang pilpers 2014.

“Ini tentu terkait, salah satunya, dengan belum solidnya dukungan mesin partai,” tandas Tantowi yang juga Anggota Komisi I DPR ini.

Dengan alasan pematangan materi, DPP Golkar resmi mengundur jadwal Rapimnas dari akhir Oktober menjadi 18-19 November 2013. [rus]


Baca juga:

Inilah Alasan Rapimnas Golkar Diundur
Indra Piliang Dikecam Terkait Status Aden Abdul Khaliq
Ratusan Kader HMI Desak ARB Pecat Fadel Muhammad
Manipulasi Pembangunan Ratu Atut akan Dicetak Ulang
RM Zulkipli: Media Jangan Memihak Koruptor!


Komentar Pembaca

SBY Temui Amien Bahas Wacana Duet Hatta-Edhie?

SBY Temui Amien Bahas Wacana Duet Hatta-Edhie?

Headline

inilah.com, Jakarta – Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menyambut positif pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais di sela-sela kunjungan kerja ke Yogyakarta, kemarin malam.

“Pak SBY itu ahli dalam silaturahmi. Ini bagus sekali,” ujar Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jumat (18/10/2013).

Menurutnya, pertemuan SBY dengan Amien Rais di Yogyakarta itu bukan sekadar silaturahmi biasa. Tidak menutup kemungkinan ada pembahasan soal politik.

Kemungkinan untuk berkoalisi terbuka karena SBY berbesan dengan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. Nurhayati enggan berandai-andai soal wacana duet Hatta dan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo di Pemilihan Presiden 2014.

“Di dalam politik tidak ada yang tidak terbuka. Tapi jangan kalau pak SBY silaturahmi ke Pak Amien diartikan yang mboten mboten. Saya kira pak SBY sudah berbesan dengan PAN. Tapi semua terbuka kemungkinan koalisi, namanya juga politik,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyempatkan diri berkunjung ke rumah Amien Rais di Pandeansari Blok 2 No. 5, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (17/10/2013) malam.

Presiden SBY datang ke rumah Amien Rais ditemani oleh Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menkopolhukam Joko Suyanto.

“Pak SBY dan bu Ani datang ke rumah saya hanya untuk silaturahim saja. Kami mengindari bicara soal politik dan hal-hal yang ada di koran,” ujarnya setelah melepas SBY pulang dengan naik mobil Mercy B 1060 RFS warna hitam. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Galaxy S5 Bakal Gunakan Sensor Pemindai Mata?

    Galaxy S5 Bakal Gunakan Sensor Pemindai Mata?

  • Inilah Target Jacksen di Kualifikasi Piala Asia

    Inilah Target Jacksen di Kualifikasi Piala Asia

Inilah.com