Tiba di Arena KLB, SBY Dielukan Kader PD

SANUR – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di arena Kongres Luar Biasa (KLB) PD di Inna Grand Bali, Sanur, pukul 13.00 WITA. Namun demikian tidak banyak kata terlontar dari mulut orang nomor satu di pemerintahan Indonesia.

Begitu tiba di arena KLB, SBY hanya menyampaikan ucapan selamat siang. Didampingi sang istri, Ani Yudhoyono, SBY hanya sempat menyalami kader yang berada di sekitar lobi Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur. Pada saat tiba, SBY dikawal ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Setelah menaiki tangga eskalator menuju lantai 2, sejumlah kader PD langsung mengelu-elukan nama SBY. "Hidup SBY, hidup SBY," teriak mereka  Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar, Sabtu (30/3).

KLB PD dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Kongres akan dibuka oleh SBY selaku Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Majelis Tinggi PD. Agenda utama kongres yakni memilih ketua umum baru pengganti Anas Urbaningrum.(gil/jpnn)

JPNN.COM

Tiga Menteri Sidak Arena Kongres Demokrat

Tiga Menteri Sidak Arena Kongres Demokrat

Muhammad Hasanudin
Di area Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat bertebaran spanduk berisi pesan musyawarah untuk mufakat.

JAKARTA, Kompas.com – Tiga orang menteri dari Partai Demokrat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Jumat (29/3/2013) sore. Mereka memeriksa sejumlah ruangan yang akan menjadi tempat perhelatan KLB Partai Demokrat di Grand Inna Beach Hotel.

Tiga orang menteri yang hadir adalah Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin. Saat tiba di hotel tempat penyelenggaraan kongres, ketiga menteri itu sempat berbicang dengan sejumlah wartawan. Setelah itu, tiga menteri tersebut beranjak menuju sebuah ballroom yang terletak di lantai dasar Hotel Grand Inna Beach Hotel.

Jero memeriksa semua kesiapan peralatan yang ada termasuk bangku-bangku di jajaran VVIP yang akan ditempati Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono. Ia lalu memeriksa pula ruang tunggu VVIP yang berada di sebelah ballroom. Setelah melakukan pemeriksaan selama sekitar 20 menit, Jero mengatakan kesiapan panitia menyelenggarakan Kongres Luar Biasa sudah baik.

"Saya lihat sudah baik semuanya, semua DPP dan DPD sudah bekerja dengan baik. Kita tunggu saja pelaksanan besok," ucap Jero. Dia berharap pelaksanaan KLB besok akan berlangsung tertib dan damai.

Partai Demokrat akan melakukan KLB selama dua hari yakni pada tanggal 30-31 Maret 2013 di Grand Inna Beach Hotel, Denpassar. Agenda KLB kali ini adalah untuk memilih Ketua Umum baru menggantikan Anas Urbaningrum yang mundur pasca ditetapkan sebagai tersangka.

Beberapa calon Ketua Umum mengemuka seperti Saan Mustopa, Tri Dianto, dan Marzuki Alie. Namun, belakangan suara dukungan agar Susilo Bambang Yudhoyono maju semakin menguat.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Jelang KLB Demokrat

Kompas.com

Tiba di Arena KLB, Saan Mustopa: Kami Dukung SBY Jadi Ketum

Tiba di Arena KLB, Saan Mustopa: Kami Dukung SBY Jadi Ketum

Saan Mustopa dan Marzuki Alie (Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar : Ratusan peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) mulai berdatangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, tempat berlangsungnya kongres, Jumat (29/3/2013). Sejak pagi, para kader PD ini satu per satu ataupun rombongan mendatangi meja registrasi untuk melakukan pendaftaran.

Salah satu kader yang baru tiba adalah Wakil Sekretaris Jenderal PD, Saan Mustopa. Anggota Komisi III DPR itu menyatakan dirinya mendukung aspirasi kader di DPC dan DPD yang menginginkan Ketua Majelis Tinggi PD, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk memimpin partai.

“Kalau itu pilihan teman-teman di DPC dan DPD dan itu terbaik untuk partai, kami pasti dukung Pak SBY,” ujarnya.

Petinggi PD lain yang juga sudah tiba di Sanur di antaranya Ketua DPR, Marzuki Alie, yang ditemani Ketua DPD PD yang juga Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat melaksanakan salat Jumat di masjid hotel setempat.

Namun, Marzuki enggan berkomentar dan meninggalkan wartawan ketika hendak diwawancarai. Marzuki sejak beberapa hari lalu berada di Bali mengikuti Sidang Parlemen Asia Pasifik bersama SBY.

Selain itu, pemandangan cukup unik terlihat di lobi hotel karena peserta yang baru tiba langsung disapa oleh sekitar 50 gadis yang bertugas menerima para peserta untuk registrasi. Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, mengatakan bahwa gadis-gadis tersebut merupakan kader generasi penerus yang tengah dibina untuk proses kaderisasi.

“Mereka kader Demokrat. Pecinta Demokrat kan sebagian besar anak-anak muda. Mereka keluarga besar dan ini merupakan proses kaderisasi melalui pembinaan dan langsung praktik di sini,” katanya. (Ant/Ado)

news.liputan6.com

KLB Partai Demokrat Jadi Arena Penentuan Dinasti Politik SBY

Metrotvnews.com, Jakarta: Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat rencananya digelar sebelum penyerahan daftar calon sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 9 April.

Pakar politik UI Boni Hargens di Jakarta, Selasa (12/3), menilai KLB akan menarik karena akan menjadi pertarungan antara kubu yang ingin menegakkan dinasti Cikeas dan yang ingin membangun kekuatan sendiri yang sulit dikendalikan Cikeas. “Barangkali, kubu yang mau bangun kekuatan sendiri itu sama dengan kubu mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum,” ujarnya.

Boni mengatakan, beberapa figur yang memang dibutuhkan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendukung Cikeas antara lain mantan ketua umum Hadi Utomo dan mantan Sekjen Demokrat Marzuki Alie.

Boni memperkirakan, SBY akan memilih kedua figur ini untuk maju sebagai ketua umum (ketum). “Saat ini, ketum yang dibutuhkan adalah yang bisa back up kepentingan Cikeas dan membangun lagi Partai Demokrat,” ujarnya.

Menurutnya, Marzuki punya peluang terpilih sebab memiliki basis massa di DPC dan DPD. Marzuki pernah menjabat sebagai sekjen yang punya kekuatan di daerah. “Dan waktu kongres Partai Demokrat lalu, Marzuki juga bersaing ketat dengan Anas. Sedangkan Hadi menjadi tokoh yang tentu sepenuhnya didukung SBY dan Ibu Ani,” ujarnya.

Sementara, kubu lainnya yang akan muncul adalah kekuatan sahabat Anas Urbaningrum. Boni memastikan, kekuatannya tidak signifikan. Saat ini, kekuatan Anas memang terlihat jelas dalam diri Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa. Namun, jelas Boni, kekuatan basis masanya sudah tidak bisa dikendalikan.

Selain itu, ada kubu-kubu lain, lanjut Boni, seperti Sutan Bhatoegana, Syarief Hasan, dan Jhonny Allen Marbun. Namun, mereka sulit dipercaya oleh SBY.

Kata Boni, mereka hanya berambisi, namun sulit dilirik SBY sebab mereka adalah figur yang tidak mudah dikendailkan.  “Ada juga Soekarwo, itu anasir tambahan dan saya melihat itu tidak signifikan,” ujarnya. (Herybertus Lesek)

Editor: Henri Salomo Siagian