Ahok Tegaskan Dana CSR Tidak Mungkin Dikorupsi

Ahok Tegaskan Dana CSR Tidak Mungkin Dikorupsi

Headline

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama – (foto:inilah.com)

Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
metropolitan – Selasa, 20 Agustus 2013 | 17:25 WIB

inilah.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kesal terkait banyaknya pihak yang mencari celah kesalahan dana program CSR dari perusahaan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Padahal, lanjut pria yang akrab disapa Ahok ini, nantinya akan ada proses audit yang dilakukan oleh BPK.”Kan CSR-nya nanti diaudit. Dikorupsi itu kalau kita kantongin dananya atau dipakai Ahok Center, itu salah,” kata Ahok itu di Balaikota, Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Menurutnya, program CSR merupakan program positif, dimana adanya pihak lain (swasta) yang turut andil dalam pembangunan di Jakarta. “Misalnya gue mau bikin taman 5 hektar, terus ada yang mau (bantuin), terus dikerjain ya nggak apa-apa. Aku bingung ada yang mau bantu kita, terus kenapa ribut,” tegasnya.

Diungkapkannya, pengelolaan dana CSR sifatnya transparan. Penggunaannya pun, lanjut Ahok dipublikasikan. “Dari awal kita udah bilang dana CSR itu dipublikasikan,” tegasnya.

Meski diakui, banyak perusahaan yang tak mau bantuannya dipublikasilan. Karena tak ada UU yang mengatur tentang CSR, maka ia pun tak mempublikasikan bantuan CSR perusahaan tersebut.

“Nah kalau penyumbang nggak mau nongol gimana? Nggak ada UU yang jelas mengatur CSR. Gue ada perusahaan dan mau bantu artinya itu hak gue,” tandasnya.[bay]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Hatta: Investor Global Panik, Dolar Naik

    Hatta: Investor Global Panik, Dolar Naik

  • FIFA Jalankan Goal Project di Indonesia

    FIFA Jalankan Goal Project di Indonesia

Google.co.id

Asumsi Makro RAPBN 2014 Dinilai Tidak Realistis

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang Undang tentang RAPBN tahun 2014 beserta Nota Keuangan di hadapan anggota DPR dan DPD RI, di Gedung Nusantara DPR/MPR, Jumat (16/8) pukul 14.30 WIB.

Jakarta – Dua fraksi besar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengkritik Pemerintah terkait postur perekonomian di dalam RAPBN 2014.

Fraksi PDIP menilai janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7 persen telah tak ditepati. Karena angka pertumbuhan ekonomi yang direncanakan di RAPBN 2014 hanya sebesar 6,4 persen.

“Pertumbuhan itu mulai meleset,” kata Juru Bicara Fraksi PDIP Yasona H. Laoly saat menyampaikan pandangan fraksinya terhadap RAPBN 2014, di Jakarta, Selasa (20/8).

Fraksi PDIP menilai selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang tingginya konsumsi dalam negeri yang besar. Hanya saja, barang yang dikonsumsi tersebut banyak yang berasal dari impor.

“Akibatnya, pertumbuhan ekonomi menjadi semu,” kata Yasona.

Terkait asumsi nilai tukar rupiah di RAPBN 2014 sebesar Rp 9.750, PDIP menilai sudah makin tidak terkendali karena fakta hari ini sudah menyentuh angka Rp 11.000.

Pemerintah juga dianggap gagal menaikkan target produksi minyak yang ditetapkan sebesar 870 ribu barel per hari, dari harapan mencapai 1 juta barel per hari.

Karena itu, PDIP menilai target penerimaan negara dari pajak di RAPBN 2014 yang mencapai Rp 1.310,2 triliun takkan pernah tercapai.

“Akibatnya, untuk menutupi pembiayan dan belanja negara harus dilakukan lewat utang,” tegas dia.

Sementara Fraksi Partai Golkar menilai asumsi makro yang ditetapkan pemerintah dalam RAPBN 2014 terlalu rendah. RAPBN 2014 seharusnya berorientasi untuk memberikan stimulus fiskal dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Hanya saja, dengan indikator makro ekonomi yang dipatok sebesar 6,4 persen, FPG menilai itu paling rendah dari yang diusulkan,” kata Jubir Golkar Dewi Asmara.

“Ini menunjukkan rendahnya komitmen pemerintah untuk bekerja lebih maksimal dengan pertumbuhan ekonomi yang masih terbuka luas.”

Terkait angka inflasi, Golkar menilai angka sebesar 4,5 harus mampu dicapai. Langkah seperti menekan SBN agar lebih rendah harus dilakukan sehingga fungsi intermediasi perbankan bisa berjalan dengan baik.

Google.co.id