Muncul 193 Honda ‘siluman’, DPRD Nganjuk minta tes CPNS ditunda

LENSAINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Nganjuk meminta pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 ditunda.

Permintaan ini diminta sebab, proses rekrutmen CPNS jalur tenaga honorer daerah (Honda) kategori 2 (K-2) yang dilakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) Nganjuk diperkirakan bakal menuai masalah. Sebab, data yang dimiliki badan kepagawaian daerah (BKD) Kabuapten Nganjuk tidak sesuai dengan jumlah data honorer K-2 yang sesungguhnya.

Baca juga: Telah muncul ratusan Honda K2 siluman, dalam perekrutan CPNS Nganjuk

Anggota Komisi A DPRD Nganjuk, Gundi Sintara meminta kepada badan kepegawaian daerah (BKD) tidak main-main, dalam memasukan data siluman dalam honorer K-2 yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Masalahnya, data siluman tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

“Lebih baik untuk menunda terlebih dahulu proses rekrutmen, menunggu BKD benar-benar melakukan verifikasi terhadap data tenaga honorer tersebut,” jelas Gundi Sintara di ruang kerjanya, kemarin.

Jangan-jangan, lanjut Gundi, tenaga honorer ‘siluman’ tersebut diambil dari para tenaga honorer yang baru masuk kerja di instansinya masing-masing. Masalahnya, tambahan data tersebut bila diambilkan dari luar, jelas-jelas tidak bisa, termasuk dari honorer K-1.

Selain tidak memiliki dasar hukum yang jelas, penambahan jumlah honorer K-2 yang tidak jelas (siluman,red) diduga dapat dijadikan ajang bermain lewat pintu belakang saat perekrutan awal Nopember mendatang.

“Justru itu yang akan kami cari masalahnya, jangan sampai proses rekrutmen menimbulkan masalah baru di belakang hari,” imbuh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Gundi menyayangkan, adanya data yang masih terkesan amburadul tersebut, padahal, jadwal tahapan untuk proses rekrutmen sudah dibuat. Hal itu akan sangat berisiko di kemudian hari.

“Kalau sampai ada masalah di belakang nanti, siapa yang akan tanggung jawab?,” tegasnya.

Lebih lanjut Gundi mengatakan, BKD Nganjuk sudah terlanjur mengeluarkan jadwal rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur K-2. Rencananya tes akan dilaksanakan pada 3 Nopember 2013 nanti. “Kalau bisa diselesaikan lebih dulu masalah data, baru membuka tes,” sambungnya.

Komisi A sendiri, kata Gundi sebelumnya tidak tahu menahu terkait data tersebut. Hal itu baru diketahui setelah dilakukan rapat kerja dengan komis A beberapa waktu lalu. Sehingga komis A juga tidak akan bertanggung jawab jika ternyata nanti ada protes dari pada tenaga honorer K-2.

Sementara, di pihak Pemkab Nganjuk hingga saat ini masih belum memberikan keterangan terkait data tersebut. Meskipun sebelumnya Kepala BKD Nganjuk, Suroso sudah menegaskan bahwa data tersebut sudah diverifikasi dan tidak mungkin terjadi kesalahan.

Kabag Humas Pemkab Nganjuk Abdul Wakid saat dikonfirmasi juga mengaku baru mendengar mengenai adanya dugaan tenaga honorer siluman. Jika memang ada kejanggalan, Wakid mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu.

“Yang jelas mengenai data tersebut, kami akan coba untuk komunikasikan terlebih dahulu,” tutur  wakid singkat.

Diketahui, proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil jalur tenaga honorer K-2 di Nganjuk disinyalir menuai masalah.

Itu bisa diketahui, adanya data yang dimiliki BKD Kabuapten Nganjuk tidak sesuai dengan jumlah data honorer K-2 yang sesungguhnya.

Dari formasi honorer K-2 yang diusulkan ke pemerintah pusat seharusnya adalah 1.064 orang, lalu ditambah dengan hasil audit tujuan tertentu (ATT) tenaga honorer katagori 1 (K- 1) sebanyak 110 orang. Sehingga total jumlah tenaga honorer K-2 menjadi 1174 orang.

Namun belakangan diketahui jumlah formasi tenaga honorer K-2 yang ada di BKD Nganjuk berjumlah 1.371 orang. Dari jumlah itu, ada selisih sebanyak 193 orang yang tidak diketahui dasar hukumnya.@sahinlensa

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com