Ditanya Soal Bunda Putri, Choel Terbatah-Bata

Metrotvnews.com, Jakarta: Adik Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng, Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau yang dikenal dengan Choel terbatah-bata saat menjawab apakah mengenal dan bahkan pernah bermain ke rumah Bunda Putri, sosok yang disebut Luthfi Hasan Ishaaq sebagai orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya, nga, nga, nga ada hubungan dengan itu,” kata Choel dengan terbatah-bata di Gedung KPK, Jakarta (16/10).

Seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK sebagai saksi dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah proyek Pusdiklat Olahraga di Bukit Hambalang, Jawa Barat, Choel begitu lantang menjawab pertanyaan wartawan tentang materi yang ditanyakan penyidik.

Namun begitu ditanya tentang Bunda Putri, gerak tubuh Choel berubah drastis. Dengan raut muka bingung dan bergegas meninggalkan kerumunan wartawan, Choel mengatakan pernah melihat sosok Bunda Putri. Namun, Choel tidak menjelaskan dalam rangka apa dan tujuan apa melihat Bunda Putri.

“Saya secara pribadi pernah liat orangnya,” ujarnya.

Saat ditanya apakah Bunda Putri itu adalah isteri Kepala Rumah Tangga Cikeas Sylvia Soleha atau dikenal Ibu Pur, menurut Choel tidak ada kaitannya. “Tidak benar itu, tidak ada kaitannya lah,” ungkapnya.

Choel menjelaskan tidak mengetahui mengenai isu bahwa Isteri Kakaknya (Andi) merupakan sekretaris pribadi Bunda Putri apalagi dikatakan bahwa Istri Andi suka berkunjung ke rumah Bunda Putri.

“Saya tidak tahu soal itu. Tapi iya tahu, betul (keluarga besar kenal Bunda Putri),” ujarnya.

Sementara terkait materi pemeriksaan, Choel mengatakan ditanya dua sampai tiga pertanyaan yang berkaitan dengan dugaan gratifiaksi untuk kasus Hambalang dengan tersangka Anas Urbaningrum. Menjawab pertanyaan itu, Choel menjelaskan apa yang dialami, didenga, dilihat sesuai dengan pertanyaan penyidik, walaupun tidak ada hal yang baru ditanyakan.

“Tadi ditanya sebenarnya tentang kongres, intinya mengenai itu karena kebetulan juga saya terlibat pada waktu kongres sebagai tim pemenangan kakak saya. Jadi saya menjelaskan apa yang saya tahu,” ujarnya.

Lanjutnya, penyidik banyak bertanya tentang kejadian di Kongres Partai Demokrat di Bandung, seperti latar belakangnya, acaranya dan lainnya. Penyidik tidak bertanya tentan aliran uang pengadaan proyek barang dan jasa Hambalang.

Selain itu,Penyidik pun tidak bertanya mengenai perubahan dukungan dari Andi ke Anas karena tidak lolos masuk putaran kedua.

“Oh tidak, saya juga tidak tahu siapa yang beralih ke siapa, karena itu pemilihan tertutup,” ujarnya. (Raja Eben L)

Editor: Tjahyo Utomo

metrotvnews.com