Giliran PDI Perjuangan Dalam Sorotan Korupsi

Giliran PDI Perjuangan Dalam Sorotan Korupsi

Headline

Olly Dondokambey – (Foto : inilah.com/Agus Priatna)

inilah.com, Jakarta – Giliran PDI Perjuangan kini dalam sorotan. Pasalnya, PDI perjuangan dirundung isu korupsi lagi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan penggeledahan di rumah Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/9/2013).

Namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum melakukan penggeledahan terhadap rumah Olly Dondokambe menyusul bocornya informasi penggeledahan itu. Kemarin, para awak media telah berjaga di depan kediaman Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu.

Penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang. Rumah Olly yang digeledah beralamat di Jalan Reko Bawah, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

“Benar, dilakukan penggeledahan di sana,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Rabu (25/9/2013). Penggeledahan dilakukan karena KPK menduga ada jejak-jejak tersangka di rumah anggota DPR tersebut.

Tersangka yang dimaksud adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, serta mantan petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noor.

Sebelumnya, penetapan surat penggeledahan dari KPK itu sudah bocor sejak dua hari lalu. Bocornya surat penetapan itu sempat membuat KPK kesal dan menyesalkan peristiwa itu. Para awak media sempat berjaga di depan kediaman Wakil Ketua Badan Anggaran DPR itu.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, pihaknya saat ini tengah mendiskusikan kasus bocornya surat penetapan penggeledahan tersebut. KPK menyesalkan adanya kebocoran mengenai surat penetapan penggeledahan kasus Hambalang tersebut. Sebab, itu merupakan dokumen rahasia, sebelum dilakukan penggeledahan.

Sebagaimana diberitakan, kasus Olly bermula dari kicauan M Nazaruddin dalam membongkar kasus korupsi pengadaan Gedung Pajak dimana nama Olly Dondokambey ikut disebut. “Proyek gedung pajak itu melibatkan Olly Dondokambey. Semua sudah saya laporkan (ke KPK). Ada beberapa teman-teman DPR yang lain. Itu semua sudah dilaporkan secara jelas, yang menang PT Adhi Karya. Semua sudah dijelaskan secara detail,” kata Nazaruddin.

Seperti diketahui, Olly merupakan Bendahara Umum PDI Perjuangan. Saat ini, Olly menjabat sebagat Pimpinan Badan Anggaran DPR. Media menyebutkan, Olly Dondokambey menjadi salah satu pihak yang diduga masuk dalam pusaran korupsi Hambalang.

Olly dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan korupsi pembangunan sarana dan prasarana olahraga Hambalang itu di KPK beberapa bulan silam (5/6/13). Lelaki yang disebut-sebut ikut terlibat kasus dugaan korupsi alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) ini juga tak menampik jika dirinya diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pada proyek bernilai Rp2,5 triliun tersebut.

Kini, Olly gelisah karena rumahnya digeledah KPK untuk kasus korupsi entah yang mana,: kasus Gedung Pajak, Hambalang, proyek DPID, atau lainnya. Yang jelas, PDIP bisa kembali dipermalukan dengan skandal korupsi yang membuat ketua umumnya Megawati Soekarnoputri prihatin.

Olly sudah membantah dan menyatakan tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi seperti yang dituduhkan Nazaruddin. “Saya belum menjadi anggota dewan (anggota DPR RI) saat (proyek) gedung pajak dimulai,” tegas Bendahara Umum PDI-P itu.

Kasus korupsi ini jika benar terjadi, diprediksi mencoreng wajah dan citra PDIP ke depan dan merugikan partai banteng itu dalam pertarungan pemilu maupun pilpres 2014. PDIP harus introspeksi diri dan tidak boleh puas diri, sebab skandal korupsi bisa membuat kredibilitasnya terjerembab lagi, meski sudah ada figur moncor seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). [berbagai sumber]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Juventus Terapkan Peraturan Baru untuk Pemainnya

    Juventus Terapkan Peraturan Baru untuk Pemainnya

  • Pasar Tetap Cemaskan Stimulus dan Utang AS

    Pasar Tetap Cemaskan Stimulus dan Utang AS

Inilah.com