Gara-gara Pilgub Jatim, Pilkades serentak se-Jombang ditunda

LENSAINDONESIA.COM: Pelaksaanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak se-Jombang terpaksa dimudurkan dari jadwal akibat pelaksaannya bersamaan dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur.

Pilkades serentak yang sedianya dijadwalkan berlangsung mulai September ini, ditunda sampai akhir tahun 2013.

Baca juga: Proyek tol Kertosono-Mojokerto terganjal pembebasan lahan dan Makam desa dikomersilkan, warga ngluruk Kades

Kabag Pemerintahan Setdakab Jombang, Masduqi mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi antara eksekutif dan legislatif Pemkab Jombang akhir pekan lalu, pelaksanaan Pilkades secara serentak akan dilaksanakan pada 27 November 2013. Rencana itu mundur 2 bulan dari jadwal sebelumnya yang mengagendakan Pilkades serentak pada bulan September.

“Padahal sebanyak 282 Kades di Jombang akan berakhir masa jabatannya pada 9 Agustus ini. Tapi Pilkades ditunda,” ungkapnya saat dihubungi LICOM, Rabu (07/08/2013).

Masduqi tidak membantah jika perubahan agenda perpolitikan Jawa Timur (Pilgub) turut mempengaruhi jadwal Pilkades serentak bagi 282 Desa dari Bulan September menjadi akhir November. Agar tidak terganggu tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, jadwalnya sengaja diundur.

Selain karena agenda Pilgub Jatim, musim haji pada bulan September juga jadi pertimbangan pengunduran jadwal Pilkades. “Agar waktunya pas dan dari sisi keamanan memungkinkan, agenda pilkades direkomendasikan diundur,” ujar dia.

Sementara itu, untuk mengisi kekosongan 282 kepala desa yang berakhir masa jabatannya pada 9 Agustus ini, Pemkab Jombang membentuk penanggung jawab sementara (Pjs). Pjs Kades akan bertugas hingga ditetapkannya Kades yang baru.

Anggota Komisi A DPRD Jombang, Gangsar Raharjo mengatakan, pertimbangan pemilihan waktu tersebut dinilai tepat, meski sebenarnya seluruh pihak dan jajaran mengaku siap kapanpun pilkades digelar. Termasuk, dari pihak keamanan. “Untuk yang paling aman memang bulan November,” katanya.

Menurut Gangsar, sebelumnya perkembang dua opsi pemilihan waktu Pilkades, yakni tanggal 27 November dan 28 Oktober. Pada opsi yang kedua, mendapat pertimbangan khusus terkait pilgub Jatim. “Selain masuk bulan haji juga dimungkinkan pelaksanaan pilgub molor sampai dua putaran. Sehingga opsi pertama yang dinilai paling memungkinkan,” terang politisi Demokrat ini.@MOH_syafii

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com