Gara-gara tak mau ubah DCS, ketua DPD Golkar Jatim dipecat

code: 300×250, idcomsensebox1com is empty



LENSAINDONESIA.COM: Karena dianggap melakukan pembangkangan, DPP Partai Golkar  memecat Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Martono. Pemecatan ini karena Martono tidak  mau mengubah  daftar calon sementara anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Golkar.

Saat dikonfirmasi LICOM, Selasa (16/7/2013), Martono membenarkan pencopotan dirinya. “DCS itu sudah tidak bisa berubah, tapi ini DPP memaksakan untuk mengubah khususnya di Dapil IX (Bojonegoro, Tuban). Saya jelas tidak mau, silahkan baca Undang-Undangnya,” tegasnya.

Baca juga: Ridwan Hisjam siap tinggalkan Golkar demi Pilgub Jatim dan Ridwan Hisjam tunggu `lamaran` Khofifah untuk jadi cawagub

Proses penyusunan nama calon legislatif (caleg) DPRD Jawa Timur, lanjut dia, murni disusun oleh anggota tim 12. Seluruh nama caleg yang masuk diskoring. Hasil dari skor ini ini menentukan para caleg untuk mendapatkan dapil dan nomor urut.

“Setelah penyusunan selesai, saya tiba-tiba ditelepon oleh Idrus Marham (Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar). Dia minta saya untuk mengubah urutan nama caleg DPRD Jatim dari Dapil IX ,” kata dia.

Caleg DPRD Jatim dari Dapil IX yang dipesan DPP adalah Fredy Purnomo. Dari nomor urut dua, minta diubah menjadi nomor urut satu. Padahal nomor urut satu sudah ditempati oleh Sudiyati Mustajab.

Martono mengaku pada awalnya dia bersedia mengubah asalkan ada kesepakatan diantara Fredy dan Sudiyati. Namun karena keduanya tidak ada titik temu, Martono akhirnya tetap mendaftarkan ke KPU dengan komposisi awal, yakni Sudiyati berada di nomor satu dan Fredy di nomor dua.

“Saat DCS sudah diserahkan ke KPU, saya ditelepon lagi sama Pak Idrus, dia bilang Fredy itu teman dekatnya,” ungkapnya. Ia pun coba menjelaskan jika  DCS sudah berada di KPU Jawa Timur, sehingga sudah tidak bisa lagi mengubah nama. Tapi karena terus dipaksa, Martono sempat berkirim surat pada DPP untuk melakukan klarifikasi.

Sayang klarifikasi ini tak pernah digelar hingga akhirnya pada Selasa (16/7/2013) subuh tadi, Martono didatangi Ridwan Hisjam, salah satu pimpinan DPP Partai Golkar yang mengirimkan surat pemecatan dirinya dari ketua partai.

Surat keputusan bernomor KEP-271/DPP/GOLKAR/VII/2013 sendiri dikeluarkan pada 10 Juli 2013 dan ditandatangani oleh Theo L Sambuaga, Wakil Ketua Umum DPP Golkar dan Idrus Marham, Sekretaris Jenderal DPP Golkar. @sarifa

lensaindonesia.com