Agung Minta Ical Legowo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Partai Golkar kubu Agung Laksono meminta agar kubu Aburizal Bakrie ikhlas dan legowo terkait keputusan Kemenkumham yang mengakui kepemimpinan Partai Golkar kubu Agung. “Saya minta pada teman-teman tidak…

Republika.co.id

Sudah Pas Lukman Gantikan SDA

Lukman Hakim Saifuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Saifuddin ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai menteri agama.  Lukman menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri lantaran tersangkut kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji medio 2012-2013.

Sekretaris Dewan Pakar PPP Ahmad Yani mengapresiasi keputusan Presiden.  Menurut Yani, siapa pun sosok yang ditunjuk Presiden, partai berlambang kabah itu mendukung sepenuhnya.  “Pak Lukman sudah pas,” ujar Yani kepada wartawan saat ditemui di Rumah Polonia, Jakarta, Jumat (6/6).

Sejumlah kalangan menilai langkah Presiden merupakan contoh etika politik yang baik.  Sebab, pengganti SDA, Ketua Umum PPP, juga berasal dari PPP, partai yang mendukung pemenangan SBY dalam kontestasi Pemilihan Umum Presiden 2014.  Yani menanggapi pendapat itu dengan normatif.

“Andai pun tidak diberikan kepada PPP, tidak ada masalah,” kata Yani.  
Lebih lanjut, Yani membenarkan, Lukman memiliki sisa waktu yang minim untuk berbuat banyak di Kementerian Agama.  Namun demikian, banyak hal yang dapat dilakukan Wakil Ketua MPR itu.  

“Dimulai dari mengawal penyelenggaraan haji tahun ini,” ujar Yani.

Tweet
Share

TAGS
#menteri agama
#lukman hakim

Republika.co.id

Mereka-reka Cawapres Jokowi

Mereka-reka Cawapres Jokowi

Headline

Calon Presiden RI, Joko Widodo – (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta – Siapakah yang bakal jadi pendamping Jokowi sebagai capres PDI Perjuangan? Apakah dari kalangan sipil atau militer? Dari Jawa atau luar Jawa? Pertanyaan-pertanyaan itu masih mengemuka sampai cawapres Jokowi secara definitif ditetapkan PDIP.

Pastikah Jokowi menang? Kemungkinan kalah masih terbuka. Salah satu penentu kekalahannya, tidak tertutup kemungkinan, adalah ketidaktepatan memilih pasangan calon wapresnya.

Jokowi hampir pasti berhadapan dengan Prabowo Subianto, dan itu penantang yang serius. Tidak ada jaminan bahwa popularitas Jokowi bakal dengan mudah mengalahkan Prabowo. Bahkan, Prabowo justru berpeluang menang kalau cawapres Jokowi bukan sosok yang tepat.

Jika sosok itu terlalu tua atau terlalu berorientasi pasar atau bisnis, misalnya, bisa jadi ganjalan tersendiri. Atau jika sosok cawapres Jokowi itu lebih pro-neoliberalisme dan bukan pro rakyat, berkarakter ambigu dan bermuka janus, misalnya, yang bisa mendulang resistensi tinggi dari masyarakat menengah ke bawah, juga bisa menyebabkan kekalahan Jokowi.

Seperti kata M Alfan Alfian, sesungguhnya Jokowi, secara perorangan, sudah sangat populer belakangan ini sebagai capres. Ia terlontar sekaligus pelontar. Ia memperoleh momentum naik tangga kekuasaan, di tengah krisis model “kepemimpinan yang lain”.

Dengan posisinya sebagai ekstrem model kepemimpinan yang berbeda dengan model Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jokowi naik daun. Ia mendekonstruksi kepemimpinan arus utama. Model blusukan, yang lazim saja dilakukan siapa pun, di tangannya menjadi “sesuatu”. Jokowi kini berada dalam posisi ekstrem alternatif, dan itulah yang diyakini merevisi potensi golput. Artinya, golput diyakini bakal menurun karena ada pilihan bernama Jokowi.

Benarlah pandangan Alfan Alfian bahwa Jokowi, dengan gaya apa adanya, cenderung masuk ke kategori–meminjam Herbert Feith–solidarity maker. Dalam arti dia seorang pemimpin populis, penggalang massa dan seolah hanya dengan cara menyapa publik setiap saat, itulah model kepemimpinan yang terbaik saat ini.

Itu memang tidak salah, tapi belum sepenuhnya lengkap. “Yang mendampinginya, sebagai calon wakil presiden, semestinya sosok dengan tipe administrator atau problem solver, yang memastikan sistem pemerintahan bekerja dengan baik dan efektif,” ungkap Alfan Alfian, pengamat politik.

Lalu, siapa cawapres yang mendampingi Jokowi? Dalam kaitan ini, LSM Imparsial menyatakan tak setuju jika cawapres Jokowi diambil dari kalangan militer. Direktur Imparsial, Al Araf, menuturkan adanya kekhawatiran Jokowi tidak bisa mengendalikan militer jika cawapresnya tidak berasal dari militer, harus dilawan.

Menurutnya anggapan seperti itu adalah anggapan sesat. Ia kemudian mencontohkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berasal dari militer pun, tampak tidak tegas dan penuh kebimbangan saat hendak mengambil kebijakan. Karena itu, pasangan Jokowi seyogianya sosok yang melengkapinya, perpaduan solidarity maker dan administrator.

Dalam hal ini, teknokrat atau pemecah masalah dari kalangan sipil sebetulnya lebih dibutuhkan agar kompleksitas persoalan pasca rezim SBY, bisa dipecahkan, dalam suatu koalisi nasionalis yang memihak kepentingan rakyat banyak. Tidak mudah bukan? [berbagai sumber]

Rekomendasi Untuk Anda


  • MUI Dukung PPP Jadi Wadah Politik Umat Islam

    MUI Dukung PPP Jadi Wadah Politik Umat Islam


  • “Sudah Saatnya Gerrard Angkat Piala Liga Primer”

Inilah.com

PPP Tak Kaget PDIP Capreskan Jokowi

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bersama Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy mengatakan, pihaknya tidak kaget dengan diumumkannya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi menjadi calon presiden yang akan diajukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“Saya ucapkan selamat kepada Jokowi. PPP tidak kaget, karena pemandatan oleh PDIP sejalan dengan amanat Mukernas (musyawarah kerja nasional) II PPP sebulan silam,” kata Romahirmuziy kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, dalam Mukernas II PPP di Bandung beberapa waktu lalu, menempatkan Joko Widodo sebagai salah satu tokoh yang patut dan pantas dicalonkan sebagai calon presiden.

“Kehadiran Jokowi memastikan peta pencapresan dan tidak akan tertutup akan mengubah konstelasi 9 April (pemilu) mendatang secara signifikan,” katanya.

Sementara itu, Joko Widodo saat melakukan meninjau di Rumah Sipitung Marunda, mengungkapkan bahwa dirinya telah diamanati oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjadi capres yang akan diajukan parpol berlambang banteng tersebut.”Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya siap melaksanakan amanat itu,” ucap Jokowi.

Pernyataan Jokowi tersebut disampaikan secara langsung di hadapan warga sekitar pukul 14.50 WIB. Jokowi melakukan aksi mencium bendera merah putih yang ada di belakangnya seusai menyampaikan amanat tersebut.

Tweet
Share

TAGS
#jokowi capres
#jokowi capres pdip
HOT SEARCH
#timnas u-19
#gunung slamet
#limbah organik

Republika.co.id

Bupati Sumedang Pingsan & Dibawa ke Rumah Warga

Bupati Sumedang Pingsan & Dibawa ke Rumah Warga

Headline

Bupati Sumedang Endang Sukandar – ist

inilah.com, Sumedang – Bupati Sumedang Endang Sukandar meninggal dunia ketika menghadiri acara hajat lembur di Desa Karedok, Kecamatan Tomo, Sabtu (2/11/2013). Diduga bupati yang akrab disapa HES itu meninggal karena kelelahan.

Inilah kronologis detik-detik meninggalnya Bupati Sumedang yang dihimpun dari berbagai sumber, terutama sekretaris pribadi dan sopir HES.

1. HES berangkat ke Karedok dari Gedung Negara pukul 09.00 WIB. Acara hajat lembur ini merupakan agenda pertama bupati hari ini.

2. Pukul 10.00 HES sempat berhenti di warung kopi penduduk sambil menunggu beberapa pejabat lain yang belum datang, di antaranya Doni Ahmad Munir, anggota DPRD Jawa Barat yang juga Ketua DPC PPP Sumedang.

3. HES memberikan sambutan pada acara tersebut ketika jelang adzan zuhur. Dilanjutkan ngibing/menari bersama warga.

4. Pukul 12.30 HES beranjak menuju masjid hendak salat zuhur. Menurut agenda, HES dan rombongan makan dulu baru salat. HES sempat mempersilakan patwal dan rombongan lainnya untuk makan duluan.

5. Baru berjalan beberapa langkah, badan HES tiba-tiba ambruk. Namun dia dapat ditolong dengan memegang badannya oleh beberapa staf protokol.

6. HES pingsan dan langsung diamankan di rumah warga. Oleh petugas medis di lokasi acara, HES diberi perawatan dengan memberikan oksigen lalu diinfus.

7. Sekitar 50 menit HES ditolong petugas medis di tempat tersebut. Namun karena tidak ada reaksi, HES langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cideres Majalengka.

8. Di RSU ini, HES diperiksa. Tak lama, petugas medis menyatakan HES sudah meninggal. [hus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • 75% Pembeli iPad Air Adalah Pemilik iPad

    75% Pembeli iPad Air Adalah Pemilik iPad

  • Cazorla Pahlawan Arsenal di Babak Pertama

    Cazorla Pahlawan Arsenal di Babak Pertama

Inilah.com

Almarhum Bupati Sumedang Kader Terbaik PPP

Almarhum Bupati Sumedang Kader Terbaik PPP

Headline

Bupati Sumedang Endang Sukandar – ist

inilah.com, Bandung – Kabar meninggalnya Bupati Sumedang Endang Sukandar sudah didengar kalangan Partai Persatuan Pembangunan yang mengusungnya.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cimahi mendapatkan kabar duka tersebut siang tadi.

“Saya mendengar kabar duka tersebut dari DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) dan rekan-rekan dari Sumedang. Katanya, beliau meninggal pukul 14.00,” kata Ketua DPC PPP Kota Cimahi Jalaludin Sayuti kepada inilah.com, Sabtu (2/11/2013).

Menurutnya, almarhum disebutkan sebagai salah satu kader terbaik yang dimiliki PPP dan sosok guru yang dihormati sekaligus sahabat. “Sehari-hari beliau berpenampilan sederhana dan bersahaja. Sebelum dan sesudah menjabat sebagai bupati pun tidak ada perubahan sikap sama siapa saja,” jelasnya.

Dia pun mengatakan Endang merupakan tokoh yang total di dunia pendidikan. Sikap kebapakan itu pun terlihat ketika mengabdi kepada umat.

“Kami sangat kehilangan sekali, mungkin bukan hanya sahabat dan rekan se-partai saja. Saya yakin semua masyarakat sangat kehilangan sekali. Baktimu sangat berarti dan bermakna bagi kami,” ucap Jalaludin. [ito]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Baru Satu Babak, MU Sudah Pesta Gol

    Baru Satu Babak, MU Sudah Pesta Gol


  • “Chelsea Layak Kalah dari Newcastle United”

Inilah.com

Bupati Sumedang Meninggal Dunia

Bupati Sumedang Meninggal Dunia

Headline

Endang Sukandar – (Foto : inilah.com)

inilah.com, Bandung – Bupati Sumedang Endang Sukandar dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (2/11/2013), pukul 14.00 WIB.

“Iya, Bapak meninggal tadi jam 14.00 WIB,” ucap salah staf di Pemkab Sumedang Dewi Maulana kepada INILAH.

Dewi mengatakan Endang meninggal diduga karena kelelahan sehingga mengalami serangan jantung. Kemarin, politisi PPP itu baru pulang dari Medan, Sumatera Utara.

“Terus tadi siang makan karedok di Wado dan langsung pingsan. Bapak langsung dibawa ke rumah sakit. Ya Allah saya denger bapak meninggal,” ujar Dewi yang tak bisa menutupi rasa sedihnya. [rni]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Duet Rooney-RvP Lebih Baik Dibandingkan SAS

    Duet Rooney-RvP Lebih Baik Dibandingkan SAS

  • Mengenal Kelemahan Analisa Saham di Bursa

    Mengenal Kelemahan Analisa Saham di Bursa

Inilah.com