Ratusan Anggota DPR Mendukung Hak Angket Century

Ratusan Anggota DPR Mendukung Hak Angket Century


Dont Forget to give Rate for This Video ! Sebanyak 140 anggota dari delapan fraksi di DPR menandatangani usulan hak angket kasus dana talangan (bail-out) Bank Century, Jumat (13/11). Angka ini sudah lebih dari cukup sebagai persyaratan pengajuan hak angket seperti diatur undang-undang: 25 orang. Pendukung Hak Angket masing-masing 80 orang dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, 24 orang dari Fraksi Partai Golkar, 14 dari Fraksi Gerindra, delapan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, empat dari Fraksi Partai Amanat Nasional, dan satu dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan. Hak Angket juga didukung dua Wakil Ketua DPR, Anis Mata (F-PKS) dan Pramono Anunga (Fraksi- PDI Perjuangan). Sementera Ketua DPR Marzuki Alie yang berasal dari Partai Demokrat tak mau mendukung Hak Angket. Dijadwalkan usulan Hak Angket dibawa ke rapat paripurna DPR. Inisiatif Hak Angket Century mengemuka setelah pemerintah mengucurkan dana talangan lebih dari Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Padahal yang disetujui DPR hanya Rp 1,3 triliun. Dana dikucurkan empat tahap mulai 23 November 2008 hingga 21 Juli 2009.(***)

HABIB RIZIEQ FPI – TAUHID ISLAM & AGAMA LAEN 1

HABIB RIZIEQ FPI - TAUHID ISLAM & AGAMA LAEN 1


Paparan landasan tauhid islam sebagai fondasi syari’at islam keseluruhan, diulas abis sama habib Rizieq Shihab didepan umat Islam dan kristen, HABIB INI masih dipenjara kasus 1 juni 2008 kerusuhan monas yang dipanas2i ni ditangkap karena gara2 polisi tertekan oleh publik media, publik masyarakat, yang salah paham, habib ini gak niat jadi caleg kayak primus artis film indonesia dan gak diminta jadi pemeran film layar lebar ayat-ayat cinta baik di video klipnya, karena emang gak cocok lah dan habib bukan artis ato seleb

Krisdayanti dan Nassar Merapat ke Parpol

Krisdayanti dan Nassar Merapat ke Parpol


PUSAT BERITA —Jakarta: Kalangan artis masih menjadi andalan partai politik dalam menggalang dukungan untuk Pemilu 2014 mendatang. Salah satu artis yang belakangan namanya mulai muncul adalah penyanyi Krisdayanti dan pedangdut Nassar. Merapatnya Krisdayanti ke Partai Hanura diungkapkan Ketua DPP sekaligus anggota tim seleksi bakal calon anggota legislatif Partai Hanura, Djafar Badjeber. Menurut dia, selain Krisdayanti, penyanyi era 80-an Iis Sugianto juga mengikuti seleksi caleg di partai pimpinan Jenderal Purnawirawan Wiranto itu. Klaim artis masuk parpol juga datang dari Partai Persatuan Pembangunan. Sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani menyebut, Nassar akan mendaftar sebagai caleg di partai berlambang kabah. Menjadikan artis sebagai magnet menggalang dukungan parpol bukan saja terjadi Pemilu 2014. Pada pemilu sebelumnya, yakni 2009, juga muncul sejumlah nama seperti Angelina Sondakh, Vena Melinda, Djamal Mirdad dan Tere.(wtr6)

KINI GILIRAN JK, MetroTV, Maret 2009

KINI GILIRAN JK, MetroTV, Maret 2009


Kini Giliran JK Metrotvnews.com, Jakarta: Dengan modal pengalaman yang sangat panjang, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla akhirnya menyatakan siap maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2009. Sikap Ketua Umum Partai Golongan Karya ini apakah membuktikan rumor yang beredar bahwa duetnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono menghadapi keretakan? Atau ada strategi lain yang sedang disusun oleh Kalla dan kendaraan politiknya, Golkar. Kesiapan Kalla untuk maju sebagai calon presiden 2009 ini terungkap setelah melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Surya Paloh. Pertemuan empat mata antara Kalla dan Surya Paloh itu berlangsung secara tertutup selama sekitar satu jam. Menurut Surya Paloh, dalam pertemuan tersebut dirinya mempertanyakan kebenaran berita tentang kesediaan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu untuk maju sebagai capres 2009. Dan itu ternyata benar. Dalam wawancara ekslusif dengan wartawan Metro TV Najwa Shihab, Jusuf Kalla kembali menyatakan dirinya siap maju sebagai capres. “Insya Allah,” kata Kalla membuka wawancara di kediamannya di kawasan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Menurut Kalla, kesiapannya maju sebagai capres didorong keyakinan dan keinginan dirinya memulyakan bangsa dan negara. Dengan modal pengalaman yang sangat panjang, Kalla meyakini bahwa dirinya mampu berbuat lebih. Dan dorongan lainnya, diakui dari partai, terutama dari daerah (DPD). Kalla pun mengakui bahwa kesiapan dirinya maju sebagai capres merupakan konsekuensi