Menkeu: Tapering Fed Tunggu Ekonomi AS Pulih

Menkeu: Tapering Fed Tunggu Ekonomi AS Pulih

Headline

Menteri Keuangan, Muhamad Chatib Basri – inilah.com

inilah.com,Jakarta – Menteri Keuangan, Muhamad Chatib Basri menyatakan tapering off kemungkinan akan tetap terjadi dengan melihat membaiknya ekonomi AS.

Menurut Menkeu, itulah yang terus diwaspadai pemerintah bila penarikan stimulus akan terjadi. “Saya tetep anggap tappering off masih bisa terjadi. Kemarin Amerika mengumumkan unemployment atau pengangguran-nya 7,2% dengan 7,2% mungkin bisa salah. Tergantung dari Bernanke mungkin tapering off belum akan dilakukan November, mungkin belum akan dilakukan Desember sampai situasi ekonomi Amerikanya membaik,” ujar Chatib di DPR, Jumat (25/10/2013).

Chatib menilai nantinya guncangan tetap akan terjadi jika tapering off terjadi. Namun pemerintah sudah menyiapkan strategi second round package agar investor tidak kabur.

“Jadi saya bisa menduga guncangan masih akan terjadi karena itu reformnya harus terus. Saya dari Kemenkeu sedang menyiapkan second round package untuk reform supaya investment bisa tetep di sini. Supaya stay di sini ada beberapa paket yang siang ini akan saya rapatin,” ucap Chatib.

Langkah supaya investor tetap betah di Indonesia, Chatib menjelaskan akan mengurangi defisit transaksi berjalan dan risikonya paling kecil. Sebab inilah yang akan dilirik investor.

“Kalau tapering off terjadi, investor akan melihat negara mana yang risikonya paling kecil, negara yang risikonya paling kecil adalah yang current account defisitnya tidak bermasalah. Fiscal deficitnya tidak bermasalah, reformnya dijalankan,” tuturnya.

Mengenai paket kebijakan lanjutan, Chatib belum bisa menyebutkan secara lebih lanjut. Sebab itu masih akan dibahas. Chatib berjanji jika semuanya sudah selesai akan diumumkan ke publik. “Kalau sudah clear, baru saya akan ngomong. Sekarang saya mau bilang kalau saya sedang persiapin,” kata Chatib. [ihd]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Peluang Messi Jadi Top Skor Clasico Sepanjang Masa

    Peluang Messi Jadi Top Skor Clasico Sepanjang Masa

  • Tapering The Fed Bisa Mundur hingga Maret 2014

    Tapering The Fed Bisa Mundur hingga Maret 2014

Google.co.id

Mentan: BKPM Dukung Integrasi Sapi dan Sawit

Mentan: BKPM Dukung Integrasi Sapi dan Sawit

Headline

Menteri Pertanian, Suswono – (Foto:inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Menteri Pertanian, Suswono menyatakan untuk integrasi sapi dengan perkebunan kelapa sawit perlu dukungan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menurut Suswono terkait ini sudah membicarakan dengan BKPM untuk memudahkan perijinan sapi yang diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit. “Ini yang salah satu diupayakan di BKPM untuk kemudahan. Sehingga gak perlu memproses perijinan awal. Prinsipnya kepala BKPM ada kesepaham dengan kementan,” ujar Suswono saat pemaparan Pelaksanaan Hari Pangan Sedunia ke-33 Tahun 2013 di Padang, Sumatera Barat di Kantornya, Jumat (25/10/2013).

Untuk integrasi ini, lanjut Suswono, tidaklah terburu-buru dalam artian memaksakan terlaksana pada tahun ini. Namun bila kesiapan teknis sudah ada hal tersebut jika dilaksanakan pada tahun ini itu lebih baik. “Tapi integrasi tidak mesti tahun ini. Kita akan optimalkan,” ucap Suswono.

Selain itu, Suswono akan meminta pembebasan bea masuk terutama terhadap sapi indukan. Selama ini sapi indukan dan sapi lain dikenakan bea masuk sebesar 5%. Untuk beban bea masuk inilah yang akan diusulkan kementeriannya ke Kementerian Keuangan agar membebaskan itu.

“Tentu dengan betina produktif ini bisa mendorong untuk mereka yang integrasikan akan diupayakan pembebasan bea masuk. Teruma betina produktif kita akan usulkan mudah- mudahan Kemenkeu nggak keberatan. Lalu bea masuk kena 5%,” jelas Suswono.

Rekomendasi Untuk Anda


  • BBM for Android dan iPhone Dapatkan Update Terbaru

    BBM for Android dan iPhone Dapatkan Update Terbaru

  • Inilah Saran Giggs Agar Januzaj Jadi Bintang MU

    Inilah Saran Giggs Agar Januzaj Jadi Bintang MU

Google.co.id

Menkeu Senang Gugatan Biodiesel Eropa Dicabut

Menkeu Senang Gugatan Biodiesel Eropa Dicabut

Headline

Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri – inilah.com

inilah.com, Jakarta – Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri menyambut positif pencabutan gugatan Eropa terhadap antisubsidi biodiesel.

Pasalnya pemerintah Indonesia tetap tidak terganggu dengan adanya pembuatan biodiesel yang berasal dari non fosil. Apalagi pembuatan bahan bakar non fosil dinilai sebagai upaya mengurangi impor minyak.

“Kalau dari segi ini, saya lihat fosil fuel akan bisa berpengaruh ke energi. Salah satu solusi ada pergeseran fosil fuel ke non fosil dan memungkinkan ada pergeseran ke sana,” ujar Chatib di Banggar DPR, Rabu (23/10/2013).

Menurut Chatib jika negara mengalami defisit akibat tingginya impor Bahan Bakar Minyak, tentunya akan mencari jalan pembuatan energi alternatif. Untuk mendukung terciptanya energi alternatif perlu adanya pemberian insentif terhadap pelaku usaha biodiesel. “Satu negara fokus pengadaan BBM alternatif, itu harus ada insentif bisa disubsidi, kalau tidak harga BBM akan semakin mahal,” kata Chatib.

Komisi Eropa memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan antisubsidi terhadap produk biodiesel asal Indonesia. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat pada 14 Oktober 2013 didasarkan pada usulan dari petisioner, yaitu European Biodiesel Board.

Rekomendasi Untuk Anda


  • Disebut SBY di SMS, Inilah Tanggapan Anas

    Disebut SBY di SMS, Inilah Tanggapan Anas

  • Laga Uji Coba Timnas Melawan Mali Batal Digelar

    Laga Uji Coba Timnas Melawan Mali Batal Digelar

Google.co.id

Defisit CA Bisa Berkurang, Inilah Usulan BI

Defisit CA Bisa Berkurang, Inilah Usulan BI

Headline

inilah.com

inilah.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengharapkan dengan menggunakan pelayaran dalam negeri dapat mengurangi defisit current account di akhir tahun 2013 ini.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan defisit current account terjadi karena ekspor lebih kecil dibanding impor. Perhitungan termasuk jasa dan transportasi. “Defisit ekspor dan impor membuat nilai tukar lemah, bukan hanya ekpor dan impor barang tapi neraca jasa dan pendapatan. Kalau jasa paling besar terkait biaya transportasi dan reasuransi yang transportasi jatuh ke luar negeri. Kalau bisa menggunakan pelayaran dalam negeri tentu bisa menguarangi defisit,” katanya di DPR, Senin (21/10/2013).

BI memastikan pada akhir tahun 2013 ini defisit current account atau defisit neraca transaksi berjalan bisa di bawah 4%. Perkiraan tersebut mengingat defisit pada kuartal ke II sudah mencapai 4,4%. Ia berkeyakinan defisit bisa di bawah kuartal II 2013.

“Defisit current account Itu masih di atas 3%, tapi pasti di bawah 4%. Jadi kalau kuartal II mencapai 4,4%, kita merasa di akhir tahun 2013 masih di atas 3%,” ucap Agus.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan indikatornya defisit di bawah 4% karena pada Agustus lalu neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 132,4 juta. Ekspor mencapai US$ 13,16 miliar dan impor mencapai US$ 13,03 miliar.

“Defisit CA pada kuwartal 3 itu perkiraan kita akan turun jauh di bawah kuartal 2 yang sebesar 4,4%. Untuk kuartal 3 akan turun menjadi 3,4% dari Produk Domestik Bruto,” ujar Perry. [hid]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Nexus 5 Juga Hadir dengan Warna Putih?

    Nexus 5 Juga Hadir dengan Warna Putih?

  • Jacksen Punya Komposisi Pemain Terbaik Lawan China

    Jacksen Punya Komposisi Pemain Terbaik Lawan China

Google.co.id

Nafsu Merengkuh Kemolekan Inalum

Nafsu Merengkuh Kemolekan Inalum

Headline

(Foto:Riset)

inilah.com, Jakarta – Tinggal 10 hari lagi masa kontrak Nippon Asahan Aluminium (NAA) di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berakhir, tepatnya 31 Oktober 2013. Sehari kemudian, Inalum resmi dikuasai penuh Pemerintah Indonesia.

Sayangnya, saat negosiasi mengenai harga Inalum dengan Jepang masih berlangsung hingga kini, e-e…, sudah banyak pihak yang ribut ingin menguasai pabrik yang terletak di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara ini.

Yang paling ngotot adalah Pemprov Sumatera Utara (Sumut) dan 10 kabupaten/kota se-kawasan Danau Toba dan Asahan. Mereka sudah siap berjuang untuk merebut 58,88% saham NAA di Inalum. Bahkan skenario sudah dibuat, bila saham mayoritas sudah digenggam, mereka akan membentuk konsorsium bernama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU). PPSU inilah yang akan mengelola dan menjalankan Inalum.

Tak ada yang salah dengan langkah ini. Sebab, lokasi Inalum berada di wilayah Pemprov Sumut dan Pemda di bawahnya. Apalagi, sudah 30 tahun Jepang bercokol di sana, dan selama itu pula mereka hanya kebagian janji. Jadi, wajar saja kalau daerah menuntut jatah saham lebih besar.

Hanya saja, mengelola Inalum bukan seperti menjalankan toko kelontong. Perlu dibuat konsep yang jelas dan rencana bisnis yang matang. Sebab, bukan apa-apa, saat ini produksi Inalum berupa aluminium hanya 250 ribu ton per tahun. Padahal, kebutuhan dalam negeri mencapai 450 ribu ton per tahun. Ini artinya, perlu percepatan pengembangan Inalum agar kebutuhan di dalam negeri segera terpenuhi.

Untuk menggenjot produksi sebanyak itu, tentu saja butuh dana yang tidak kecil. Kalangan analis menghitung, sampai 2017 diperlukan dana sedikitnya Rp10 triliun untuk mencapai produksi sebanyak itu. Bagi daerah, ini tentu saja bukan uang sedikit.

Itu baru dana untuk menggenjot produksi, belum lagi yang lain. Untuk membeli 58,88% saham milik NAA saja harus merogoh kocek sebesar US$ 650 juta atau sekitar Rp6,5 triliun. Jadi, memang butuh dana jumbo, dari mulai mengambil alih sampai pengembangan Inalum.

Betul, Pemprov Sumut dan pemda di bawahnya bakal menggandeng PT Toba Bara Sejahtera, perusahaan milik Letjen (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. Bahkan, kabarnya, sudah ada sejumlah bank asing yang siap mengucurkan pinjaman senilai US$ 600 juta.

Sekali lagi, tak ada yang salah. Hanya saja, sabar barangkali lebih baik ketimbang terburu-buru. Jangan sampai kisruh divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara terulang. Seperti yang dikatakan Menko Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, sekarang yang penting 100% saham Inalum masuk ke pemerintah dulu. Setelah itu, baru dibahas soal pembagian saham dengan Pemda.

Inalum memang molek. Dia satu-satunya perusahaan peleburan aluminium di Asia Tenggara yang memiliki fasilitas lengkap, seperti carbon plant, reduction plan, dan casting plan terintegrasi. Di sana ada pula PLTA Siguragura yang merupakan pemasok tenaga listrik untuk kebutuhan sekitar 14.000 kWh per ton aluminum cair. Tapi, jangan karena kemolekannya, nafsu tak bisa ditahan. [mdr]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Tak Bisa Ketemu Hatta, Hilmi Titip Salam ke CT

    Tak Bisa Ketemu Hatta, Hilmi Titip Salam ke CT

  • Bunda Putri Murid Agama Hilmi Aminuddin

    Bunda Putri Murid Agama Hilmi Aminuddin

Google.co.id

Bisnis Bola, Inilah Langkah Adika dan Boy

Majalah InilahREVIEW Edisi ke-09 Tahun III
Bisnis Bola, Inilah Langkah Adika dan Boy

Headline

Saham Sepak Bola – (Foto: ilustrasi)

Erick Thohir, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo, bisa dibilang bukan orang Indonesia pertama yang berekspansi membeli klub sepak bola di luar negeri. Sebelumnya, langkah ini sudah dimulai oleh keluarga Bakrie. Pertengahan tahun 2011, lewat PT Pelita Jaya Cronus, mereka membeli 90% saham klub divisi dua Belgia, CS Vise.

Adika Nuraga Bakrie, putra sulung Nirwan Bakrie, pernah mengatakan, Belgia merupakan negara tempat batu loncatan pemain agar dapat dilirik klub-klub besar Eropa. “Saat ini belum ada ikon pemain Indonesia yang bermain di klub-klub besar. Saya ingin melahirkan ikon itu, sehingga banyak masyarakat Indonesia yang mau menjadi pemain sepak bola,” ujarnya.

Menurut Andika, ia membeli klub itu untuk membantu melakukan pembinaan bagi para pemain muda Indonesia. Soal prospek bisnis di klub itu, dia tidak terlalu memikirkannya.

Ada empat pemain muda Indonesia yang sudah merumput di klub yang berada di divisi dua liga Belgia itu. Mereka adalah Yandi Sofyan, Alfin Tuassalamony, Yericho Christiantoko, dan Syamsir Alam.

Keluarga Bakrie tak hanya merambah ke Belgia. Mereka juga melebarkan sayap ke Australia dengan membeli 70% saham juara Liga Australia, Brisbane Roar. “Kami membeli Brisbane Roar dengan harapan akan ada pemain-pemain Indonesia yang bisa bermain di klub ini,” kata Rahim Soekasah, perwakilan Pelita Jaya Cronus kepada BBC Indonesia dari Brisbane beberapa waktu lalu.

Boy Ikutan Masuk

Belakangan, pengusaha Indonesia yang mulai tertarik ke bisnis sepakbola adalah Garibaldi Thohir. Kakak kandung Erick Thohir dan pemilik PT Adaro Energy Tbk ini berencana menjadi sponsor salah satu klub sepak bola Indonesia.

Nah, jika menjadi sponsor salah satu klub sepak bola, maka yang akan disasar adalah klub asal Kalimantan Selatan, di mana tambang Adaro berada. “Kami kan harus berguna bagi masyarakat sekitar. Masa malah menjadi sponsor di tempat lain padahal di daerah sendiri ada,” kata Boy, sapaan Garibaldi Thohir.

Catatan saja, satu-satunya klub sepak bola di wilayah Kalimantan Timur adalah Barito Putra. Kabarnya, Boy pun akan segera mengutarakan keinginannya tersebut ke pemilik Barito Putra.

Boy selama ini tercatat sebagai pengusaha yang sudah cukup dikenal. Tahun lalu majalah Fortune memasukkan namanya menjadi satu-satunya pengusaha asal Indonesia dalam daftar 25 orang paling berpengaruh di Asia pada bidang bisnis.

Ia dinilai oleh Fortune karena posisinya sebagai Presiden Direktur Adaro Rnergy Tbk. Di bawah Boy, Adaro yang merupakan salah satu dari lima produsen batubara terbesar di dunia berhasil melahap dua rivalnya karena berambisi meningkatkan efisiensi batubara di pembangkit listrik.

Ia menempati posisi ke-20 dari 25 pengusaha yang masuk ke dalam daftar tersebut. Penilaian ini berdasarkan pada kemampuannya berinovasi, pengambil risiko, dan mampu membangun perusahaan semakin besar.

Kini, Boy diuji di sepak bola.

Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-09 Tahun III yang terbit Senin, 21 Oktober 2013. [tjs]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Teknologi Jadi Penyebab Orang Malas Berjalan Kaki

    Teknologi Jadi Penyebab Orang Malas Berjalan Kaki

  • Duh, Wasit Dilempar Bom Asap Saat Villa vs Spurs

    Duh, Wasit Dilempar Bom Asap Saat Villa vs Spurs

Google.co.id

Bank Eksim China Incar Jembatan Selat Malaka

Bank Eksim China Incar Jembatan Selat Malaka

Headline

Jembatan Selat Malaka, Kota Malaka, Kota Dumai – (Foto : istimewa)

inilah.com, Malaka – Usulan pembangunan jembatan kontroverisal yang menghubungkan Malaka di Malaysia dan Dumai di Riau sepanjang hampir 50 kilometer, diminati antara lain oleh Bank Ekspor-Impor China.

Studi kelayakan jembatan di atas Selat Malaka yang tersibuk di dunia itu kembali dilakukan. Proyek ini sempat terbengkelai terimbas trsunami finansial 1997-98 yang menimpa Indonesia, Malaysia dan Thailand. Padahal tiga negara ini sudah ditahbbiskan sebagai segitiga pertumbuhan terpenting di Asean, ketika itu.

Kini, pemerintah negara bagian Malaka kembali menunjuk Strait of Malacca Partners (SMP) sebagai perancang dan kontraktor utama jembatan yang diestimasikan menelan duit sebesar 44,3 miliar ringgit, sekitar US$ 14 miliar.

“Proyek ini pasti berjalan, tapi tentu makan waktu dan kita sedang pada tahap studi kelayakan,” ujar Lim Sue Beng, direktur pelaksana SMP, kepada The Straits Times, koran Singapura, Rabu kemarin (16/10). Masih perlu persetujuan dari pemerintah federal, Kerajaan Malaysia.

Jembatan ini membentang sepanjang 48,7 kilometer dengan tambahan 71,2 kilometer jalan tol yang menguhubungkan Pula Rupat dengan Dumai di Provisnis Riau. Provinsi Riau terkenal sebagai pengahasil minyak sawit, crude palm oil (CPO), termasuk milik perusahaan-perusahaan Malaysia. Inilah yang diincar pihak Malaysia.

Lim bilang bahwa Bank Eksim China, yang menanmkan saham di SMP, sudah menyatakan kesepakatan mendanai 85 persen proyek jembatan ini. Lima belas persen sisanya merupakan partisipasi dari pemerintah Malaysia dan Indonesia serta pihak swasta yang berminat.

Menurut SMP, tarif untuk menyeberangi jembatan ini sekitar US$ 80 satu kali jalan.

Menurut Dr Mohd Hazmi Mohd Rusli, peneliti Universiti Sain Islam Malaysia yang melakuakan penelitian atas usulan pembangunan jembatan, mengatakan perencana pembangunan harus memperlajari dampaknya terhadap lingkungan dan pelayaran.

Dari hitung-hitungan bisnis, manfaat transportasi CPO hanya sedikit saja menyumbang perekonomian. “Malaka dekat dengan Kuala Lumpur dan Singapura. Sedangkan Dumai itu jauh dari kota-kota utama Indonesia. Jembatan ini sesungguhnya belum begitu layak dibangun,” ujarnya.

Ide pembangunan jembatan ini muncul ketika Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad, pada tahun 1996 bertemu dengan Presiden Suharto di Kuala Lumpur. Setahun muncul tsunami finansial, dan setelah bertahun-tahun ide membangun jembatan ini tenggelam.

Menteri Besar Malaka Idris Haron mentakan proyek raksasa ini didiskusikan dengan para menteri dari Indonesia dan Thailand di Koh Samui, Thailand, baru-baru ini.

Para mitra Indonesia merasa takut proyek jembatan ini menjadi pesaing Jembatan Selat Sunda sepanjang 29 kilometer yang mengubungkan Jawa dan Sumatera. Jawa adalah pusat produksi barang-barang yang dikirim ke Sumatera melalui Selat Sunda.

Walikota Dumai Khairul Anwar mengatakan, jemabatan Selat Malaka ini, kalau jadi dibangun, akan lebih menguntungkan Malaysia dan Indonesia yang buntung. Ia mendesak pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan jembatan Selat Sunda.

“Kita harus punya jembatan Selat Sunda dulu, atau paling tidak pembangunannya bersamaan dengan jembatan Selat Malaka, “ ujarnya dalam percakapan telefon dengan The Straits Times.

“Kalau tidak, produk-produk Malaysia yang akan menuai keuntungan di kawasan ini dan produk-produk mereka membanjiri dan memukul produk-produk kita,” ujarnya. Walikota Dumai ini memang cinta produk-produk Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda


  • ICW Nilai Densus Antikorupsi Sinergi dengan KPK

    ICW Nilai Densus Antikorupsi Sinergi dengan KPK

  • Mou Siap Beri Saran Bagi Kemajuan Timnas Inggris

    Mou Siap Beri Saran Bagi Kemajuan Timnas Inggris

Google.co.id